hut

Tiga Rumah Sakit di Sumsel ini Turun Kelas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PALEMBANG – Tiga Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan harus turun kelas setelah keluarnya surat dari Kementrian Kesehatan nomor HK.04.01/I/2963/2019 tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit.

Namun, Gubernur Sumsel membantah kalau hal tersebut disebabkan kurangnya sarana prasarana rumah sakit atau ketidaknyamanan pelayanan.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan, penilaian yang diberikan oleh Kemenkes terkait turun kelasnya tiga rumah sakit milik pemprov Sumsel lebih disebabkan angka jumlah kecukupan dokter ataupun dokter spesialis yang terdapat di rumah sakit.

“Ini lebih ke masalah kelengkapan administrasi saja. Rata-rata terkait angka kecukupan dokter. Bukan pada masalah pelayanan ataupun infrastruktur yang ada. Untuk itu kita akan undang IDI Sumsel guna melakukan pembenahan dan mencari solusi”, jelasnya, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya selama ini, permasalahan yang kerap terjadi adalah pada ketersediaan tenaga dokter spesialis. Seringkali di wilayah perkotaan terjadi penumpukan tenaga dokter, sementara di desa kekurangan dokter.

Lebih lanjut Herman Deru menambahkan, rekomendasi predikat yang diberikan Kemenkes kepada rumah sakit yang turun kelas, memunculkan pertanyaan tersendiri terkait kemungkinan adanya persyaratan yang  belum dipenuhi, misalnya  kelengkapan administrasi.

Selain itu, ia mengusulkan  rumah sakit yang tetap berstatus kelas B agar diberikan kewenangan untuk menangani penyakit tertentu atau penyakit dengan stadium tertentu.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Kesehatan menyebutkan, 615 rumah sakit harus turun kelas. Alasannya, ada ketidaksesuaian antara data yang dihimpun dan kondisi riil di lapangan.

Dari 615 rumah sakit turun kelas yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut ada tercatat tiga rumah sakit milik pemprov yang terpaksa turun kelas.

Ketiga rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan dari kelas B saat ini menjadi C, Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut saat ini tipe C menjadi C+, dan Rumah Sakit Umum Daerah Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan dari kelas B turun menjadi kelas C.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!