hut

Tim IESO Indonesia Siap Berlaga di Daegu

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Tim Olimpiade Kebumian Indonesia sudah mendarat di Bandara Incheon Korea Selatan pada pukul 08.30 waktu setempat. Tim yang membawa empat siswa hasil seleksi ini, direncanakan akan sampai di lokasi acara, sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Salah satu pendamping tim Indonesia, Dr. Ichsan Ibrahim menjelaskan ada tiga lokasi event dalam rangkaian IESO 2019 ini.

“Dari keterangan panitia, akan ada tiga lokasi event. Yaitu EXCO, Daegu National Science Museum (DNSM) dan Daegu Gyenbuk Institute of Science and Technology (DGIST),” kata Ichsan dari Incheon International Airport Korea Selatan, Senin (26/8/2019).

Ia menceritakan bahwa tim Indonesia berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta pada hari Minggu (25/8/2019) pukul 23.30 WIB.

“Kita sampai sekitar pukul 08.30 waktu Korea. Selisih waktu Indonesia dengan Korea Selatan itu dua jam,” ucapnya.

Kegiatan olimpiade sendiri menurut Ichsan baru akan dimulai pada tanggal 27 Agustus. Yang diawali dengan acara pembukaan dan ekskursi budaya oleh para siswa.

“Sementara para mentor akan memulai pembahasan ujian tertulis,” ujar Ichsan.

Ujian tertulis pertama akan dimulai pada tanggal 29 Agustus 2019. Dan pada tanggal 30 Agustus 2019 siswa akan memasuki ujian tertulis kedua serta orientasi pelaksanaan lomba penelitian lapangan secara tim atau ITFI.

“Siswa akan dibagi dalam kelompok yang beranggotakan dari negara yang berbeda,” papar Ichsan.

Pada tanggal 31 Agustus 2019, siswa yang sudah melakukan penelitian lapangan bersama timnya akan menampilkan poster hasil penelitian lapangan dan mengajukan project yang akan mereka lakukan.

“Dalam penelitian lapangan dan pengajuan project sudah melingkupi empat bagian kebumian. Yaitu Geologi, Meteorologi, Oceanografi dan Astronomi. Siswa harus bisa menggabungkan keempat elemen ini,” urai Ichsan.

Dalam ujian praktik pun, menurut Ichsan, soalnya sudah mencakup keempat bidang keilmuan ini.

“Tim pendamping yang ikut ada lima orang, termasuk saya. Yang lainnya adalah Drs. Zadrach L. Dupe, M.Sc, dari ITB, Dr. Eng. Didit Hadi Barianto, M.Si, ST, dari UGM dan dua orang observer dari Kemendikbud, Rosyid Zainuddin Achmadi dan Dra. Hastuti Mustika Ningsih, MA,” kata Ichsan.

Kegiatan IESO 2019 ini diikuti oleh 43 negara. Antara lain, Australia, Czechia, Haiti, Rusia dan Macau.

“Saya berharap Karina Imani dari SMAK IPEKA Sunter, Muhammad Eko Akbar Heriyanto dari SMA Negeri 1 Salatiga, Handi Halim dari SMAK Immanuel Pontianak dan Ivan Muhammad Mahendra dari MAN Insan Cendekia Gorontalo dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Dan sukses bisa membawa pulang medali. Doakan kami ya,” pungkasnya.

Lihat juga...