hut

Titiek Soeharto Serahkan 23 Ekor Sapi ke Masjid Agung At-Tin

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) menyerahkan 23 ekor sapi kurban dari Keluarga Cendana, secara simbolis kepada Ketua Pelaksana Harian Masjid Agung At Tin, Muhammad Sutia Tubagus, di lokasi pemotongan area Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Minggu (11/8/2019).

“Semoga pelaksanaan kurban tahun ini lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Dan, membawa berkah untuk kita semua,” kata Titiek Soeharto, saat menyerahkan hewan kurban.

Usai menyerahkan sapi secara simbolis, Titiek Soeharto dan para panitia kurban Masjid Agung At Tin memanjatkan doa kepada Allah SWT, memohon agar pelaksanaan kurban berjalan lancar.

Para penjagal sedang menyisik sapi kurban dari Keluarga Cendana di lokasi pemotongan Masjid Agung At Tin, Jakarta, Minggu (11/8/2019). -Foto: Sri Sugiarti

Ketua Panitia Kurban Masjid Agung At Tin, Ustad Wahyudi, mengatakan, Keluarga Cendana setiap tahun berkurban, selalu di atas 20 ekor sapi.

“Kurban sapi ini dari anak, mantu dan cucu almarhum Presiden Soehato dan almarhumah Ibu Tien Soeharto. Tahun ini sebanyak 23 ekor sapi, dan tahun lalu 24 ekor,” ujar Ustad Wahyudi, kepada Cendana News, di sela-sela acara pemotongan hewan kurban.

Wahyudi berharap, apa yang dilakukan ini menjadi satu amalan yang terbaik bagi Keluarga Cendana.  “Terkhusus kepada almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto, semoga diberikan yang terbaik di sisi Allah SWT,” tandas Ustad Wahyudi.

Dia juga berharap, pelaksanaan kurban ini senantiasa diberi kemudahan dan kelancaran.  Ada pun pembagian daging kurban, tidak lagi bersifat tebar kupon. Tapi, dengan sistem pembagian per wilayah di sekitar lingkungan Masjid Agung At Tin.

Selain itu, juga dibagikan kepada yayasan yatim piatu dan masjid-masjid. “Kita menghindari pembagian daging secara langsung ke masyarakat. Biasanya, kami pada H-1 melakukan koordinasi kepada RT-RW setempat,” ujarnya.

Kemudian pihak RT-RW akan mengkoordinir warganya agar tidak mengambil daging di Masjid Agung At Tin. Namun jatah mereka sudah titipkan ke masing-masing RT-RW.

“Jadi, warganya secara tertib mengambil daging hewan kurban itu kepada RT dan RW,” ujar Ustad Wahyudi.

Jumlah total untuk warga sekitar Masjid At Tin, kurang lebih ebanyak 1.000 bungkus daging. Sedangkan untuk pihak yayasan yatim piatu jumlahnya tentatif.

“Ada yang dapat 25-30 bungkus daging, kita sesuaikan dengan jumlah sapi dan dagingnya. Dan, tentu saja yayasan yang lebih dekat dengan kami diperhatikan,” imbuhnya.

Pemotongan hewan kurban 23 ekor sapi ini melibatkan tim jagal sebanyak 61 orang. Mereka para penjagal sapi dari Tapos Bogor, Jawa Barat, yang telah bekerja sama sejak pemotongan hewan kurban dilaksanakan di Masjid Agung At Tin.

Lihat juga...