hut

Unit Usaha KSU Derami Bakal jadi Mitra Koperasi SKD Damandiri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Bakal ada yang berbeda di unit usaha Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat.

Perubahan itu terjadi, setelah adanya rapat bersama koperasi mitra Yayasan Damandiri di Jakarta beberapa waktu lalu. KSU Derami Padang menyambut baik adanya terobosan baru tersebut.

Sekretaris KSU Derami Padang, Latifah, mengatakan, perubahan yang bakal terjadi di unit usaha itu, yakni yang sebelumnya berada di PT. Saudara yaitu Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), bakal berubah nama menjadi Modal Kita.

Secara sistem kerja, masih sama dengan Tabur Puja, hanya saja Tabur Puja tidak lagi dipakai dan diganti dengan nama Modal Kita.

Ia menjelaskan perubahan nama unit usaha KSU Derami Padang dari Tabur Puja ke Modal Kita itu akan terjadi, setelah nanti secara resmi unit usaha di KSU Derami menjadi anggota Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri (SKD) yang merupakan koperasi yang berada langsung dalam kewenangan Yayasan Damandiri.

Kini KSU Derami tengah menanti, kelanjutan dari rencana tersebut, untuk diterapkan di koperasi yang telah berusia 5 tahun tersebut.

“Kita sangat menyambut baik adanya terobosan itu. Karena yang kami lihat akan sangat membantu dari sisi permodalan untuk memberikan pinjaman kepada anggota. Karena jika unit usaha di koperasi kita berubah jadi Modal Kita, nilai yang dipinjamkan bakal lebih besar,” katanya, ketika ditemui di Kantor KSU Derami Padang, yang turut didampingi oleh Ketua KSU Derami Sayu Putu Ratniati, dan Bendahara KSU Derami Eli Basrida, Senin (19/8/2019).

Menurutnya banyak hal yang harus dipelajari untuk menerapkan Modal Kita itu. Karena dari rapat di Jakarta bersama Yayasan Damandiri, dalam menerapkan Koperasi SKD itu, bakal menggunakan aplikasi dalam sistem pelaporan keuangan. Sehingga melalui aplikasi yang dipasangkan ke smartphone koperasi dapat melihat kondisi keuangan dari waktu ke waktu.

Untuk menjalankan dan mempergunakan aplikasi itu, KSU Derami masih menunggu jadwal kedatangan dari Koperasi SKD ke Padang, agar diberi pendidikan singkat tentang aplikasi tersebut. Tidak hanya soal penggunaan aplikasi, tapi banyak hal lainnya yang perlu dibahas ke depan.

“Gambaran secara garis besar itu yang bisa disampaikan sekarang bahwa di Koperasi SKD yang kini masih diwacanakan itu, bakal memberikan pinjaman sesuai permintaan kepada anggota yang dalam hal ini KSU Derami jadi anggota Koperasi SKD. Nantinya uang yang bisa dipinjamkan kepada masyarakat  minimal Rp5 juta dan tertinggi Rp50 juta,” jelasnya.

Latifah menyebutkan, ke depan hal yang perlu lagi dibahas ialah nilai bunga yang ditetapkan untuk memberikan pinjaman ke anggota dari dana Koperasi SKD.

Selain itu jaminan dalam mencairkan pinjaman, mengingat jumlahnya terbilang sangat besar, jika dibandingkan dengan Tabur Puja yang lebih kecil Rp1 juta, Rp2 juta, Rp3 juta, Rp4 juta, dan tertinggi Rp5 juta.

“Untuk di Tabur Puja bunga pinjamannya 18 persen. Nah untuk dana dari Koperasi SKD itu kita belum tetapkan lagi, karena perlu dibahas lagi untungnya berapa, dan bagaimana soal pekerja, mengingat dalam hal ini menggunakan teknologi,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan adanya sumber dana yang baru itu, maka telah turut menguatkan modal KSU Derami untuk menyasar lebih banyak lagi masyarakat untuk bisa diberi pinjaman modal usaha.

Karena memang selama ini, untuk pinjaman di atas Rp5 juta, belum bisa dipenuhi, mengingat kebijakan di Tabur Puja, pinjaman tertinggi hanya Rp5 juta, dan itu pun harus bertahap dari pinjaman terendah, dan tidak bisa langsung mendapatkan pinjaman awal Rp5 juta.

“Nah untuk menjadi anggota Koperasi SKD itu ada syaratnya juga. Dimana kita di KSU Derami harus menanamkan modal sebesar Rp100 juta, dan melakukan pembayaran iuran anggota per bulan Rp1 juta. Jika itu sudah terpenuhi, berapa nilai yang ingin dipinjam ke Koperasi SKD, bakal dipenuhi. Meski terbilang memudahkan untuk mendapatkan pinjaman modal, tapi KSU Derami perlu berpikir bahwa pengajuan pinjaman hanya seperlunya saja,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, menambahkan, saat ini saja hutang KSU Derami Padang masih ada beberapa yang belum lunas. Sehingga perlu penuh pertimbangan jika ingin menambahkan modal.

Artinya, dengan menambah modal dari pihak luar, maka KSU Derami turut menambah hutang lagi.

“Sekarang tahun 2019 berjalan ini kita upayakan hutang-hutang yang ada dilunasi, dan berharap tidak ada tunggakan Tabur Puja di masing-masing Posdaya. Sehingga KSU Derami ke depan lebih siap lagi untuk menambah modal, agar bisa meningkatkan keuntungan bagi koperasi,” ungkapnya.

Ayu menyatakan, pengeluaran yang terbesar KSU Derami ialah untuk biaya kontrak kantor. Meski kantor sekarang telah menjadi aset Yayasan Damandiri, namun untuk KSU Derami Padang tetap melakukan pembayaran biaya kontrak ke Damandiri.

Selain pengeluaran biaya kontrak kantor, juga melakukan pembayaran untuk karyawan yang bertugas di unit usaha Tabur Puja.

“Saya melihat ada baiknya ada Koperasi SKD itu. Semoga segera terwujud dan kami di Padang menanti kedatangan Koperasi SKD untuk memberikan pelatihan atau pemahaman dalam penggunaan IT seperti yang direncanakan itu,” tegasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!