hut

Universitas Andalas Kenalkan Beragam Produk Inovatif

Editor: Koko Triarko

PADANG – Science Techno Park (STP) Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, memperkenalkan produk inovasi kepada pemerintah, industri dan stakeholders pada kegiatan Indusrial Gathering Science Techno Park. Kegiatan ini mendapat respons positif dari sejumlah pihak, termasuk dari Pemerintah Kota Padang.

Kepala Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Yunisman, mengatakan, suatu hal yang sangat positif atas apa yang telah dilakukan oleh Universitas Andalas, telah bisa menghasilkan dan menciptakan bermacam produk, jenis makanan dan pengobatan, yang bahkan telah dikemas dengan baik.

Namun, menurut Yunisman, meski dari segi produk sudah bagus, tapi ada sisi lain yang perlu dilakukan inovasi, sehingga perlu ada cara berpikir, agar orang dapat tertarik terlebih dahulu. Karena banyak selera dari konsumen itu, melihat kemasan, sehingga kemasan dianggap penting, sebab dapat menarik para konsumen.

“Tentu kemasan memiliki daya tarik untuk menguasai pasar, memikat para konsumen ingin belanja, semua jelas memerlukan pikiran, sehingga usaha yang sedang dilakukan akan cepat tersebar di seluruh wilayah Indonesia, bahkan di dunia internasional,” katanya, Rabu (21/8/2019).

Menurutnya, dengan berkembangnya produk-produk tersebut sangat perlu penguatan, masukan-masukan dan saran-saran, sehingga apa yang diinginkan akan terwujud. Apalagi, kini tren penjualan di situs belanja online, hal yang paling utama dinilai oleh konsumen ialah kemasan. Untuk itu, dengan lahirnya produk-produk yang bagus, perlu untuk diiringi dengan kemasan yang menarik.

Sementara itu, Ketua LPPM Unand, Dr. Uyung Gatot, MT., mengatakan, inovasi merupakan salah satu hal yang sangat membantu dalam kemajuan suatu daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempertemukan akademisi, pebisnis, pemerintah dan komunitas dalam rangka komersialisasi produk inovasi.

Selama ini, katanya, banyak hasil-hasil riset yang belum tersentuh pasar, karena belum tersentuh bisnis inovasi. Ia mencontohkan, gambir yang semula keuntungannya hanya 30 persen, jika dilakukan inovasi keuntungannya bisa menjadi 20 kali lipat. Begitu juga dengan coklat yang keuntungannya bisa 12 kali lipat.

“Dengan inovasi, tentunya memberikan nilai tambah terhadap produk. Selain itu ,persaingan pasar menjadi tidak terlalu berat sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phill., menyebutkan, kehadiran STP tentu menjadi harapan civitas akademika, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Hal ini sesuai dengan tema HUT ke-74 RI, tentang SDM unggul Indonesia maju, sesuai dengan tugas Kemenristekdikti melalui perguruan tinggi yang dikelolanya, harus mampu menciptakan SDM unggul dengan melahirkan lulusan yang tidak menganggur dan menang dalam persaingan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Kemenristekdikti telah membina 18 STP di Indonesia, dan Universitas Andalas termasuk salah satunya. STP merupakan sebuah lembaga perguruan tinggi yang memiliki manajemen, sumber daya manusia, struktur organisasi dan tentunya produk inovasi.

“Tugas STP adalah mewadahi para periset, inovator, investor, dan pebisnis, sehingga produk yang dihasilkan dapat laku terjual di pasaran,” jelasnya.

Sisdirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Agus Indarjo, menyampaikan bahwa secara nasional Kemenristekdikti menganggarkan Rp90 miliar untuk pembangunan STP di Indonesia. STP Unand masuk dalam 18 STP di Indonesia yang akan menghabiskan dana Rp8 miliar.

“Besaran biaya tergantung usulan dari masing-masing perguruan tinggi negeri, kewajiban kami mendampingi hingga STP berdiri,” sebutnya.

Agus menyakini, Unand mampu mengelola STP dan menghasilkan produk yang bisa dikomersilkan. Sehingga bernilai guna bagi masyarakat dan bisa dimanfaatkan oleh perusahaan. “Selama ini, memang sudah banyak inovasi dari Unand, tinggal ke depan dikelola di STP dan dikomersilkan,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!