hut

Ustad Haikal Hasan: Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto Pelopor Kebaikan 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Ustad Haikal Hasan mengatakan dalam tausiyahnya, bahwa Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM.Soeharto dan Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto, semasa hidupnya selalu menebar kebaikan untuk bangsa dan rakyat Indonesia.

“Kita kumpul di sini, karena Beliau berdua (almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien), yang selalu menebar kebaikan. Berapa banyak yang dapat manfaat dari Yayasan Supersemar. Setiap kita sujud, demi Allah, Beliau berdua dapat pahala,” kata Ustad Haikal Hasan, dalam tausyiahnya pada Haul ke-24 Ibu Tien Soeharto di kediaman Presiden Soeharto (alm) di jalan Cendana Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019) malam.

Nabi Muhammad bersabda, “Siapa mempelopori kebaikan, kemudian orang lain mengikuti atau mengambil manfaat atau mencontoh, maka baginya mendapat pahala tidak akan dikurangi sedikit pun.

“Kalau Allah SWT kan nggak pakai hitung-hitungan kalau ngasih pahala. Ini juga terbukti dalam kisah hidup Abu Bakar Sidik yang derajat keimanannya lebih tinggi dibandingkan derajat iman satu kota Madinah,” ujarnya.

Ustad Haikal Hasan berfoto usai doa bersama Haul ke-24 Ibu Tien Soeharto di kediaman Presiden Soeharto, Jalan Cendana, Menteng, Jakarta, Sabtu (10/8/2019) malam. -Foto: Sri Sugiarti

Kenapa Abu Bakar Sidik bisa sedemikian tinggi derajatnya? Karena beliau telah menebar kebaikan dengan telah mengajak Usman Bin Affan masuk Islam.

Setiap kali Usman sedekah, sujud dan berbuat kebaikan, maka Abu Bakar Sidik mendapatkan pahalanya. Dan, ketika Usman mengajak Abdulrachman bin Auf masuk Islam. Ketika Usman berzakat dan sujud serta berbuat kebaikan, maka Abu Bakar Sidik mendapat pahala.

Demikian juga dengan Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, adalah sosok yang mempelopori kebaikan bagi kemajuan bangsa Indonesia.

“Berapa banyak orang nggak sekolah gara-gara Dwikora-Trikora? Kemudian jadi sekolah. Dan, berapa banyak pula orang keluar masuk Masjid yang dibangun Yayasan Amal Bakti Pancasila? Coba itu dikumpulin, maka kita cukup mengatakan, yang Nabi sabdakan,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu menjadi barometer kenapa pemerintah sekarang tidak bisa mencontoh kebaikan-kebaikan Beliau? “Kalau dulu kita bilang contohlah kebaikan Beliau, dan lihat Yayasan Amal Bakti Pancasila telah bangun ribuan masjid di pelosok Indonesia,” katanya.

Berapa orang yang telah wujud dan salat di masjid-masjid tersebut. “Subhannallah, mengalir terus amal baik dan pahala Pak Harto dan Ibu Tien. Diamini tidak diaminin, pahalanya akan tetap mengalir,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, jika kebaikan Beliau berdua diikuti oleh putra-putrinya, maka dipastikan amalan Pak Harto dan Ibu Tien tidak akan putus.

Menurutnya, kita patut mencontoh kebaikan Beliau berdua. Karena menjadi pelopor kebaikan itu nikmatnya tidak terhitung dan amalannya tak hingga,karena terus berlangsung.

“Kepada keluarga Cendana, saya berpesan agar kebiasaan Beliau berdua diikuti sampai akhir zaman. Kalau Pak Harto dan Ibu Tien punya teman yang masih hidup, datangi silaturahmi. Itu pahala. Cucunya juga ikuti kebaikan Beliau, hingga akhir zaman. Insyaallah dosa-dosa Beliau terhapuskan, dan Allah SWT melimpahkan pahala yang berlipat,” ujarnya.

Ia menyambung, jika pemerintahan saat ini sudah kebangetan. Ketika diusulkan untuk mengikuti program-program terbaik Pak Harto dalam memajukan negara ini, malah berdalih tak pantas mengikuti.

“Jadi tetap, ya beroposisi. Karena oposisi lebih terhormat. Tapi, oposisi yang baik yang tulus tidak ada kepentingan. Imbauan politik ini karena masih tahun politik,” seloroh Ustad Haikal.

Pada kesempatan ini, Ustad Haikal pun mengajak keluarga Cendana, kerabat dan para undangan untuk membuka surat Yasin halaman 91. Di halaman tersebut, tampil foto Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto sedang bercengkrama mesra dengam senyum khas mereka yang terus ditebar.

“Buka Yasinnya, lihat halaman 91 ada foto Pak Harto dan Ibu Tien dengan senyuman khasnya. Dari sisi psikis, kita bisa baca, bahwa ini the original smart. Saya gambarkan, bahwa ahlak Beliau berdua itu indahnya luar biasa,” ujar Ustad Haikal.

Rasullah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya itu bukan yang paling banyak sedekah dan rajin puasa. Yang paling baik akhlaknya pada keluarganya. Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto terkenal kompak dan akur serta saling memuliakan. Jadi, perlu kita kenang,” ujarnya.

Saat Buya Hamka, tokoh ulama ternama Indonesia dipenjarakan oleh Bung Karno. Kemudian, Buya Hamka dibebaskan oleh Pak Harto. Setelah bebas, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini ceramah di Masjid Agung Al Azhar.

Dalam ceramahnya, dia berkata, “Maukah di antara kalian ini umurnya panjang? Buya Hamka bisa melihat ke depan tentang Pak Harto dan Bung Karno,”

Mereka yang mempelopori kebaikan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. “Hari ini, Pak Harto dan Ibu Tien sudah nggak ada, tapi namanya disebut terus. Itu tanda ada di hati rakyat Indonesia,”, tegasnya.

Untuk mengenang almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien, Ustad Haikal pun menyampaikan sebuah syair karya Buya Hamka;

“Sekali pun pulau Pandan jauh di tengah bilik, pulau si Angsa dua hancur badan dikandung tanah, pimpinan baik dikenang juga.”

Lihat juga...