hut

Wagub Sumbar Singgahi Pasar, Pedagang Paparkan Keluhan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, didesak oleh pedagang di Pasar Raya Padang untuk segera memperbaiki sejumlah kondisi pasar.

Desakan itu muncul ketika Nasrul melakukan kunjungan ke Pasar Raya Padang. Pedagang mengeluhkan kondisi lapak yang sulit digeser ke tempat yang lebih baik.

Seperti yang dikatakan oleh Ratih, meski gedung pasar terbangun megah, namun khusus untuk pedagang yang ada di bagian bawah harus menerima kondisi yang kurang layak, untuk mendirikan lapak dagangan.

Kondisi semakin parah, apabila hujan turun, maka akan sulit menggeser ke tempat yang agak teduh.

Pedagang Pasar Raya Padang saat menyampaikan keluh kesah kepada Wakil Gubenur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam kunjungan ke pasar, Jumat (9/8/2019)/Foto: M. Noli Hendra

“Melalui pak Wagub kami berharap sampaikanlah ke Pemko Padang bahwa kami pedagang kecil ini butuh tempat juga untuk berdagang. Cobalah atur lagi, biar kami bisa masuk. Gedung pasar memang bagus, tapi kami masih saja begini,” katanya kepada Wagub, Jumat (9/8/2019).

Ratih bahkan mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Perdagangan Kota Padang terkait kondisi tersebut, namun belum direspon hingga sekarang. Padahal yang berdagang di pasar itu, merupakan para emak yang tidak muda lagi.

Tidak hanya Ratih, dari pantuan di lapangan memang terlihat kurang tertatanya pedagang Pasar Raya Padang, terutama lapak pedagang kali lima yang ada di pasar ikan dan sayur.

Kondisi tersebut membuat suasana sedikit terganggu dan bahkan becek. Gedung pasar yang baru, dianggap pedagang belum bisa menyediakan tempat berdagang yang layak bagi pedagang kecil.

“Belum soal atapnya, saat ini kondisi Pasar Raya banyak atap yang terbuat dari terpal yang berlubang, kami ingin ini diperbaiki. Jika hujan kami pasti basah berjualan pak sehingga nanti jalan menjadi becek,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, persoalan pasar bukanlah wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tapi merupakan wewenang deerah seperti halnya di Pasar Raya Padang, yang merupakan wewenang Pemerintah Kota Padang.

Namun keluhan yang disampaikan pedagang itu, diharapkan Wagub, Pemko Padang bisa mencarikan solusinya.

“Saya memang tidak disengaja untuk berkunjung. Tadi usai salat Jumat di Masjid Nurul Islam di Kampung Dalam Jawa, saya langsung jalan-jalan ke pasar yang kebutulan berdekatan dari pasar. Ternyata, hal ini disambut baik oleh masyarakat, seperti halnya pedagang di pasar,” jelasnya.

Bagi Nasrul, kondisi Pasar Raya Padang sebenarnya sudah lebih baik. Setidaknya dengan adanya gedung-gedung yang dibangun hingga lantai 4 itu, telah membuat suasana pasar jadi lebih baik dan nyaman.

Persoalan keluhan pedagang, juga perlu ditanggapi, agar sama-sama berbahagia sesama pedagang, dan menciptakan pandangan yang positif terhadap pemerintah.

“Saya terakhir kali ke Pasar Raya Padang saat sidak pasar pada Ramadan lalu, itu pun saya lihat pasar ini baik-baik saja. Mungkin saja keluhan dari pedagang yang saya temui itu, baru berjualan di sini, atau malah ingin berada di pinggir jalan. Tapi yang jelas, keluhan dari pedagang itu, perlu untuk dicarikan solusi,” sebutnya.

Menurutnya, meskipun kewenangan ada di tingkat Pemko Padang, ia berharap Pemko Padang dapat melakukan penataan lagi khusus untuk pedagang kaki lima yang ada di pinggir jalan yang dianggap butuh perhatian pemerintah, untuk mendapatkan tempat berdagang yang layak.

“Selain itu kita ingin pedagang ini dibantu juga, terutama dalam hal program dan sarana prasarana di pasar. Sebab saya mendengar dan melihat langsung masih ada yang perlu diperbaiki meskipun secara umum sudah mulai membaik,” tegasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!