hut

Wali Kota Malang: Anggota Pramuka Bentengi Diri dengan Dasa Dharma

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, di era globalisasi sekarang ini, semua anggota pramuka harus terus berkomitmen melaksanakan apa yang telah tertuang di dalam Dasa Dharma pramuka sebagai upaya membentengi diri dari permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara serta bangsa Indonesia.

Walikota Malang, Sutiaji, usai memimpin peringatan hari pramuka di balaikota Malang, Rabu (14/8/2019). Foto: Agus Nurchaliq

“Saya kira jika semua anggota pramuka melakukan apa yang telah menjadi Dasa Dharma pramuka, maka semua persoalan akan selesai dengan sendirinya dan kekhawatiran akan hilang dengan semangat teman-teman pramuka,” ujarnya usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Pramuka di Balai kota Malang, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, pramuka yang dulu sempat tenggelam di era reformasi, saat ini sudah mulai bangkit. Gerakan pramuka mampu mendidik anak-anak dengan talenta yang luar biasa, memiliki karakter yang kuat sehingga jiwa patriotisme tetap terjaga.

“Gerakan Pramuka harus sesuai dengan asas berdirinya, tidak terpengaruh dengan politik. Pramuka jangan dipakai menjadi alat kekuatan politik dari partai manapun, karena pramuka hidup di tengah-tengah komunitas kemajemukan yang memandang semua orang itu adalah sama,” ujarnya.

Sementara itu dalam sambutan, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, yang dibacakan walikota Malang, disebutkan, saat ini ada berbagai permasalahan yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia misalnya merebaknya kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

Selain itu adalah terpaparnya radikalisme dan terorisme, serta maraknya penyalahgunaan narkoba, merupakan tindak kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bagi bangsa Indonesia saat ini.

“Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengajak seluruh pengurus kwartir, para pelatih dan pembina serta semua anggota pramuka agar senantiasa menjadi pionir dalam menanamkan nilai-nilai anti-kejahatan luar biasa,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu alasan diadakannya kerjasama kwartir nasional dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditandatangai pada bulan Juli 2019, diantaranya adalah untuk merumuskan syarat-syarat kecakapan khusus bagi anggota pramuka siaga, penggalang, dan penegak untuk mempunyai pengetahuan kognitif dan keterampilan psikomotorik anti-korupsi.

Sedangkan wujud dan bentuk keikutsertaan gerakan pramuka dalam memerangi radikalisme dan terorisme, saat ini kwartir nasional secara terus menerus menjalin komunikasi dan kerjasama dengan berbagai instansi terkait untuk penanganan kejahatan tersebut.

“Selain itu kwartir nasional juga menyambut baik inisiasi beberapa kwartir daerah yang telah membentuk satuan karya pramuka anti-narkoba atau menjadikan kemampuan mendeteksi dini dan menanggulangi bahaya narkoba sebagai salah satu krida saka yang ada,” terangnya.

Anggota pramuka, lanjutnya, merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya sehingga siap sedia membangun keutuhan NKRI, serta dapat membentengi gerakan pemuda khususnya agar tidak melakukan atau turut terlibat dalam kejahatan tersebut.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!