hut

Warga Desa Penengahan – Lamsel Lestarikan Bambu

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pemanfaatan lahan untuk pertanian dan permukiman, membuat tanaman bambu makin berkurang. Namun, sejumlah warga di Desa Pasuruan, Penengahan, Lampung Selatan, masih mempertahankan beberapa jenis bambu untuk sejumlah keperluan.

Sukri, salah satu warga Desa Pasuruan, menyebut bambu memiliki fungsi ekologi dan ekonomi. Sebagai tanaman ekologi, jenis bambu yang ditanam meliputi bambu tali atau apus (Gigantochloa apus), bambu kuning (Bambusa vulgaris), bambu hitam atau wulung (Gigantochloa atroviolacea) serta bambu duri atau ori (Bambusa arundainacea).

Berbagai jenis bambu tersebut semula hanya dipergunakan sebagai tanaman pagar. Namun karena ditanam di dekat aliran sumber mata air dan sungai, rumpun bertambah banyak.

Keberadaan bambu yang makin banyak dengan jumlah puluhan batang menjadi penahan longsor. Selain itu, dengan adanya bambu sumber mata air ikut terjaga. Sejumlah pohon bambu yang masih bertahan, di antaranya menjadi habitat burung dan juga reptil jenis biawak.

Lasiman memperlihatkan jenis bambu tali atau bambu apus yang masih dipertahankan di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Rabu (14/8/2019). -Foto: Henk Widi

“Sebagai tanaman ekologis, manfaat bambu terasa ketika kemarau, kami masih memiliki mata air, karena bambu mempertahankan pasokan air, selain itu saat banyak warga membangun rumah, bambu banyak dibeli untuk penahanan proses pengecoran,” ungkap Sukri, saat ditemui Cendana News, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, jenis bambu yang mampu tumbuh dengan cepat, di antaranya jenis bambu tali dan bambu hitam. Sebaliknya, jenis bambu ori dan kuning memiliki pertumbuhan yang lambat, sehingga mulai langka.

Bambu ori dan bambu kuning mulai jarang ditemukan, karena hanya beberapa warga yang menanam. Lahan yang terbatas menjadi alasan sejumlah warga menebang bambu.

Keberadaan bambu, kata Sukri, mampu menghasilkan oksigen sekaligus peneduh saat musim kemarau. Selain itu, sebagai rumpun yang ditanam berjajar, bambu memiliki manfaat untuk penahan angin kencang.

Saat musim angin barat dari Selat Sunda, ia menyebut bambu bisa menjadi penahan terjangan angin kencang. Penghasilan tambahan juga diakui Sukri mengalir jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI yang dirayakan setiap tahun.

Jelang perayaan HUT ke-74 Kemerdekan RI, ia mengaku mendapat pesanan sekitar 100 batang bambu. Dengan harga Rp4.000 per batang, ia bisa mendapat keuntungan ratusan ribu.

Menurutnya, bambu juga banyak digunakan untuk kebutuhan nelayan tangkap dan budi daya. Bagi nelayan tangkap, bambu kerap digunakan untuk pembuatan penarik jaring, bagan apung. Selain itu sebagai senoko, cekeng dan para para perebusan teri.

“Permintaan bambu yang banyak juga bagi pembudidaya rumput laut, kerang hijau di pesisir Lamsel,” ungkap Sukri.

Manfaat bambu yang efektif sebagai peresap air, juga diakui Lasiman, warga Desa Kelaten. Berbagai rumpun bambu, kerap berusia puluhan tahun di sepanjang sungai Way Pisang. Bambu usia puluhan tahun menyebar oleh tunas, sebagian dipencarkan oleh petani. Sejumlah warga mempertahankan bambu untuk kebutuhan pembuatan geribik dan besek.

“Sebelum Iduladha, banyak pesanan bambu tali untuk pembuatan besek wadah daging kurban,”papar Lasiman.

Meski penggunaan besek dan geribik mulai berkurang, bambu masih banyak dibutuhkan. Terlebih pada proyek pembangunan konstruksi jembatan, rumah, bambu menjadi bekisting alami. Sebagian warga bahkan memanfaatkan bambu untuk pagar, tonggak atau ajir tanaman sayuran kacang dan buah melon.

Penggunaan bambu untuk pembuatan funiture meja dan kursi didominasi dari jenis bambu hitam dan bambu ori yang berukuran besar.

Selama musim kemarau, bambu sebagai tanaman konservasi sangat berguna bagi ketersediaan air bersih. Meski sejumlah mata air kering, Lasiman mengaku belik atau sumber mata air di dekat bambu masih bisa memasok air.

Sejumlah bambu yang menghasilkan tunas muda atau bung, bahkan bisa menjadi bahan sayuran. Pembeli kerap meminta bambu dalam kondisi dipotong, sehingga siap dibelah berukuran 2 meter.

Sebaliknya, bambu tua yang dibakar menjadi arang bisa digunakan sebagai penjernih air dan untuk kosmetik. Berbagai manfaat bambu yang cukup beragam, membuat Lasiman masih mempertahankan bambu.

Meski kerap ditakuti sebagai tempat singgah makhluk halus, ia memastikan manfaat bambu sangat penting untuk dukungan ekologi dan ekonomi masyarakat.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!