hut

Warga Ingin Ada Penataan Pasar Inpres Larantuka

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Pasar Inpres Larantuka yang telah ditempati pedagang sejak Februari 2019, pembangunannya menggunakan dana APBN dan APBD kabupaten Flores Timur, masih butuh perbaikan.

“Penataan pasar perlu dilakukan, agar lebih baik. Jalan masuk- keluar di sisi timur masuk ke areal pasar perlu diaspal atau disemen, agar tidak menyulitkan kendaraan,” pinta Maria Yulisana, warga kota Larantuka, Selasa (20/8/2019).

Menurut Maria, banyak pedagang masih menggunakan terpal saat berjualan, sehingga jalan di dalam pasar terkesan semrawut. Ada pedagang yang masih berjualan di bekas pasar lama di samping jalan raya.

“Kalau bisa, semua pedagang direlokasi ke dalam pasar, agar lebih tertib dan teratur. Banyak pedagang dari kampung yang masih menggelar dagangan di luar areal pasar dekat jalan,” tuturnya.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH. -Foto: Ebed de Rosary

Maria Dalena, warga kota Larantuka lainnya, juga mengakui kondisi pasar Inpres Larantuka perlu ditata lebih baik lagi. Menurutnya, banyak pedagang dari kampung yang mengeluhkan dagangan mereka sulit laku terjual.

“Saya sering duduk dengan pedagang di pasar Inpres Larantuka. Terkadang mereka suka mengeluh ke saya, dagangan mereka belum laku terjual. Saya sering mempromosikan dagangan mereka di media sosial dan ada yang beli,” ungkapnya.

Maria berharap, pemerintah lebih serius melakukan penataan pasar Inpres Larantuka, agar menjadi lebih baik. Jalan pun perlu diaspal serta penjual di pintu masuk juga ditata lebih baik lagi.

Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, mengatakan, jalan masuk ke pasar memang akan dilakukan penataan. Pemerintah serius melakukan penataan pasar Inpres Larantuka, agar semua pedagang bisa berjualan dengan baik.

“Saya selama ini berjuang, agar para pedagang bisa segera menempati pasar tersebut. Kasihan para pedagang kalau terlalu lama berjualan di samping jalan yang tempatnya tidak memadai, sehingga ia mendesak agar perbaikan segera tuntas,” tuturnya.

Agus menagaskan, ada pedagang yang memiliki dua kios dan dirinya tidak memperbolehkan. Semua pedagang harus memiliki satu kios saja, agar semua pedagang bisa kebagian tempat berjualan yang layak.

“Setelah kami dilantik bulan Mei 2017, kami sidak di pasar dan  temukan banyak masalah. Butuh waktu panjang menata kembali, sekarang pedagang sudah mulai berjualan di sana,” jelasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!