hut

Warga Kranji – Bekasi Masih Buang Sampah ke Sungai

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Lurah Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat,  Andi Kristanto, mengakui kesadaran warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan masih minim.

Meskipun petugas telah menyediakan angkutan untuk membawa sampah ke UPTD Sampah, warga Kranji masih membuang sampah sembarangan hingga terjadi tumpukan di saluran irigasi Kali Beringin, perbatasan dengan Perumnas Kranji wilayah RW 04. Sampah sudah menyatu dengan lumpur di wilayah itu.

“Kami sudah sering menangkap warga yang buang sampah sembarangan, bahkan menyediakan Linmas khusus untuk berjaga agar tidak ada yang membuang sampah sembarangan.  Tapi, tetap saja warga membuang sampah di Kali Beringin atau Kali Jatiluhur hingga berdampak pada penumpukan sampah,” ungkap Andi, Rabu (14/8/2019).

Dikatakan, ‌Kali Beringin atau dikenal juga Kali Jatiluhur perbatasan antara perkampungan RW 04 dengan Perumnas Kranji, menjadi aliran air yang bermuara pada wilayah Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta Timur.

Andi Kristanto, Lurah Kranji -Foto: M Amin

“Pihak kelurahan bersama warga melakukan pembersihan, agar sampah yang mengambang di endapan lumpur  karena airnya tengah surut di musim kemarau, bisa teratasi. Kondisinya cukup memprihatinkan, tumpukan sampah memenuhi permukaan Kali Beringin “tandasnya.

Diakuinya, kejadian tumpukan sampah di Kali Beringin sudah berulang kali terjadi. Meski sudah diingatkan, bahkan ada yang ditangkap sampai diberi hukuman seperti diminta membersihkan seluruh sampah di sekitar lokasi sebagai shok terapt, tetap saja kejadian tersebut berulang.

Menurutnya, tumpukan sampah yang ada di Kali Beringin jenis sampah rumah tangga. Warga yang membuang sampah kucing-kucingan dengan petugas Linmas.

“Rata-rata sampah dibuang pagi hari jam empatan gitu, saat warga akan pergi ke pasar. Kan jam segitu Linmas sudah tidak berjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa sampah yang dibuang di Kali Beringin tidak dalam skala besar, hanya satu kantong plastik. Tetapi, karena terjadi setiap hari, akhirnya sampah penuh dan yang buang bukan satu orang warga saja.

Dia berharap, warga Kranji bisa lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Mengingat Kelurahan sudah menyediakan berbagai fasilitas seperti baktor, dan petugas pengangkut sampah untuk dibawa ke bank sampah atau ke UPTD sampah untuk diteruskan ke TPS akhir.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!