hut

Yogyakarta Susun Rencana Aksi Program “Gandhes Luwes”

Ilustrasi Tugu Jogja - Foto Ant

YOGYAKARTA – Pemkot Yogyakarta, menindaklanjuti program Gandhes Luwes, dengan menyusun rencana aksi daerah. Susunan rencana tersebut akan menjadi pedoman pelaksanaan program tersebut.

“Pada dasarnya, Gandhes Luwes adalah program untuk menerapkan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari melalui seni budaya, desain, arsitektur, dan sikap serta karakter Yogyakarta,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Sabtu (17/8/2019).

Rencana aksi daerah yang disusun di antaranya, aturan standar kemampuan siswa di bidang seni dan budaya. Pedoman bentuk fasad bangunan atau gedung dan ruang publik, membina kampung sesuai potensi seni dan budaya yang dimiliki. Menetapkan busana untuk petugas keamanan dan kebersihan di Malioboro, dan menyusun pedoman busana berciri khas Yogyakarta untuk pelaku di sektor industri hotel atau restoran.

Melalui penerapan program tersebut, diharapkan seluruh sendi kehidupan masyarakat di Kota Yogyakarta mencerminkan nilai-nilai ke-Yogyakartaan. Sehingga akan tercipta suasana kota yang nyaman huni, dan seluruh bangunan fisik serta landscape kota yang menunjukkan ciri khas Yogyakarta.

Dengan demikian, masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Yogyakarta, akan benar-benar memperoleh suasana Kota Yogyakarta yang unik dan tidak bisa dinikmati di daerah lain. “Orang akan merasa benar-benar berada di Yogyakarta dengan suasana khas Yogyakarta, bukan Yogyakarta rasa Jakarta atau kota metropolitan lain,” katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan Peraturan Wali Kota Yogyakarta No.60/2019, sebagai dasar hukum pelaksanaan program Gandhes Luwes. Selain amanah untuk menyusun rencana aksi daerah, dalam aturan tersebut juga mengamanahkan mengenai pembentukan patembayatan atau organisasi pelaksana program, pelaksanaan program dan evaluasinya.

“Program ini tidak semata-mata pada penerapan nilai-nilai saja, tetapi juga menyangkut kegiatan fisik. Oleh karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta akan menjadi pelaksananya,” jelasnya.

Heroe menyebut, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk pelestarian nilai budaya, desain dan arsitektur khas Yogyakarta. Tetapi, juga bertujuan untuk mendukung perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta. “Orang berwisata ke Yogyakarta karena mereka ingin merasakan suasana khas Yogyakarta,” katanya.

Sedangkan untuk penataan fasad bangunan di kawasan Malioboro, yang masuk dalam pedoman penyusunan rencana aksi daerah, disebut Heroe, masih akan menunggu surat keputusan (SK) dari Gubernur DIY.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budhi Asrori, mengatakan, akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penyusunan rencana aski pelaksanaan program Gandhes Luwes. Di sektor pendidikan dilakukan dengan menyusun standar kompetensi siswa dalam penguasaan seni dan budaya.

“Seluruh sekolah sudah menerapkan muatan lokal, seperti Bahasa Jawa. Ada juga ekstra kurikuler seperti membatik, dan gamelan. Dimungkinkan akan ada semacam uji kompetensi penguasaan materi. Tentunya, disesuaikan dengan jenjang sekolah,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com