hut

‘Zero Rubbish’, Mesin Pengolah Sampah Hasilkan Solar

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Yayasan Al Hikmah Joglo Denpasar, memperkenalkan inovasi mesin pengolah sampah yang menghasilkan bahan bakar gas dan minyak berupa solar, serta tanaman hidroponik pada saat perayaan Hari Raya Iduladha di Mushola Al Hikmah Joglo, Minggu (11/8/2019).

Ketua Yayasan Al Hikmah Joglo, H. Maskuro, mengatakan, dalam kegiatan silaturahmi Hari Raya Iduladha, pihaknya mengaku sengaja memperkenalkan dua program yang telah dilaksanakan, bekerja sama dengan seluruh elemen, khusus dalam pengembangan tanaman hidroponik dan mesin pengolahan sampah.

‘’Hari yang suci merupakan hari baik memperkenalkan alat untuk mengatasi masalah sampah,’’ ujarnya H. Maskuro saat ditemui.

Menurutnya, mesin pengolah sampah itu bernama Zero Rubbish, yang berarti Zero adalah nol dan rubbish artinya sampah. Jadi, sampah yang dikelola tidak tersisa, sehingga menjadi habis dan tidak tersisa sedikit pun.

Ia menjelaskan, sampah yang diolah merupakan sampah yang langsung diambil dari rumah tangga. Zero Rubbish bisa mengolah semua jenis sampah.

Menurutnya, prosesnya ada empat tahap, yakni pemilahan, pencacahan, pengeringan dan konversi. Keempat ini harus sejalan tidak boleh saling tumpang tindih, dan tidak boleh dihilangkan satu dengan yang lainnya.

“Melalui alat ini, semua sampah apa pun jenisnya bisa diolah sampai habis tidak ada yang tersisa,’’ ujarnya.

Inovasi pengelolaan sampah mendapat apresiasi dari Pemkot Denpasar. Menurut Sekda Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Rai Iswara, inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar gas ini sangat luar biasa.

Hal ini membuktikan Yayasan Al Hikmah bisa menjaga harmonisasi umat dan memberikan vibrasi yang sangat besar bagi masyarakat setempat. Karena pada Hari Raya Iduladha diisi dengan hal-hal yang positif dan luar biasa, yakni mengatasi masalah sampah.

“Hal ini sangat luar biasa, bahkan mendukung program Pemkot Denpasar,’’ kata Rai Iswara.

Untuk mendukung tanaman hidroponik yang telah diterapkan, Rai Iswara mengaku Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian, akan siap mendukung. Bahkan, siap memberikan bantuan bibit dan konsultan untuk memberikan sosialisasi tentang tata cara penanaman hidroponik.

Dengan cara seperti itu, masyarakat khususnya ibu-ibu PKK bisa memanfaatkan sedikit lahan untuk menghasilkan dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Semoga program ini bisa berhasil sesuai harapan, sehingga ke depan Kota Denpasar memiliki objek pariwisata baru, yakni sebagai contoh daerah hidroponik,’’ tandasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!