hut

Aktivitas Tambang Bijih Timah Ilegal Dikeluhkan Warga Koba

Penambangan bijih timah diduga liar yang beroperasi sekitar 10 meter dari badan jalan yang mengancam terputusnya ruas jalan di Desa Beruas, Bangka Tengah, Babel, Sabtu (25/5/2019) - Foto Ant

KOBA – Warga Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, mengeluhkan aktivitas penambangan bijih timah illegal, yang kembali beroperasi di kawasan Marbuk.

“Sudah sering diingatkan pihak kepolisian, bahkan sempat dirazia dan sudah berhenti, namun sekarang kembali beroperasi,” kata Muhtar, seorang warga Kelurahan Berok, Kamis (5/9/2019).

Mustar menyebut, aktivitas penambangan bijih timah di kawasan Marbuk tersebut memicu banjir, yang bisa merendam banyak rumah warga. “Marbuk itu kawasan resapan air, jika terus ditambang maka terjadi kedangkalan sungai Berok yang bisa meluap dan memicu banjir merendam ratusan rumah warga,” ujarnya.

M Tamimi, warga yang lainnya, juga memprotes keras keberadaan tambang bijih timah di kawasan Marbuk. “Peristiwa banjir besar pernah terjadi di Kelurahan Berok, pemicu utamanya karena Marbuk terus ditambang dan limbahnya dibung ke sungai,” ujarnya.

Apapun alasannya, kawasan Marbuk tidak boleh ditambang karena berada di daerah aliran sungai (DAS). “Aparat kepolisian sudah sering melakukan penertiban, tetapi hanya berhenti sebentar kemudian kembali beroperasi,” ujarnya.

Syam, warga yang lainnya mengatakan, aktivitas tambang bijih timah ilegal itu diduga dilakukan secara diam-diam. Bahkan aktivitasnya dilakukan dengan menggunakan peredam. “Kemungkinan mereka beroperasi pada larut malam dengan peredam untuk menghindari “kejaran” aparat kepolisian,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...