hut

Aliansi Masyarakat Banyumas Sampaikan Dukungan Penuntasan Kasus Kebondalem

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Sekitar 300-an massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Banyumas, Kamis (26/9/2019) menggelar aksi di halaman Mapolres Banyumas.

Dalam aksi ini, mereka memberikan petisi dukungan terhadap Tim Tipikor Bareskrim Polri yang sedang memeriksa beberapa saksi kasus Kebondalem.

Koordinator aksi, Setya Adri Wibowo mengatakan, petisi ditandatangani oleh para tokoh Banyumas dan disampaikan ke Tim Tipikor Bareskrim, untuk memberikan keyakinan kepada mereka, bahwa seluruh masyarakat Banyumas menginginkan kasus Kebondalem dibuka tuntas.

Koordinator Aksi, Setya Adri Wibowo (kiri) saat memberikan orasi dalam aksi di halaman Polres Banyumas, Kamis (26/9/2019). – Foto: Hermiana E. Effendi

Sebab, kawasan bisnis Kebondalem merupakan aset Pemkab Banyumas yang sangat potensial dan seharusnya bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Banyumas.

“Perjanjian diingkari dan aset Kebondalem dikelola pihak ketiga, ini tidak adil bagi masyarakat Banyumas, karena itu, kita semua ingin agar kasus ini diusut tuntas dan kita sangat mengapresiasi Tim Tipikor Bareskrim yang sudah turun ke Banyumas,” tegas Setya Adri Wibowo yang biasa disapa Bowo.

Langkah dari Aliansi Masyarakat Banyumas tidak hanya terhenti hari ini saja, menurut Bowo, dalam waktu dekat pihaknya juga akan meminta pernyataan sikap DPRD Banyumas atas kasus Kebondalem.

Ia akan meminta agar Ketua DPRD memberikan dukungan secara resmi terhadap Tim Tipikor Bareskrim yang sedang mengusut kasus Kebondalem.

“Kita akan lihat, apakah DPRD yang baru ini pro terhadap kepentingan rakyat Banyumas. Sebagai wakil rakyat, seharusnya DPRD mendengarkan suara rakyat dan ikut peduli dengan kasus Kebondalem yang merupakan aset pemkab bernilai miliaran rupiah,” tuturnya.

Aliansi Masyarakat Banyumas juga menyiapkan opsi lainnya, jika sampai pengusutan kasus ini terhenti di tengah jalan. Mereka akan melayangkan gugatan kepada Bupati Banyumas dan pihak ketiga yang mengelola kawasan bisnis Kebondalem yaitu PT Graha Cipta Guna (GCG).

Keduanya dinilai sudah melanggar penjanjian, sebab sesuai dengan perjanjian tahun 1980 dan 1982, seharusnya pengelolaan aset sudah dikembalikan kepada pemkab.

“Seharusnya bupati bisa mengambil sikap tegas untuk menyelamatkan aset milik pemkab, tetapi yang terjadi di Banyumas justru sebaliknya, karena itu, jalan terakhir kita akan layangkan gugatan,” pungkasnya.

Sementara itu, aksi yang digelar di halaman Sat Reskrim Polres Banyumas ini mendapat pengawalan ketat dari polisi.

Aksi ini merupakan aksi kedua, selama TimTipikor Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, dan peserta aksi berasal dari elemen masyarakat yang berbeda, namun yang diserukan sama, yaitu dukungan terhadap penuntasan kasus Kebondalem.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com