hut

Antisipasi Karhutla di Sumatera Selatan, BPPT Operasikan TMC

Petugas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memasukan garam ke dalam pesawat Cassa 212 TNI AU ketika akan melakukan operasi hujan buatan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau - Foto Ant

JAKARTA – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), telah memulai operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Hal itu, untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan. Operasi telah dimulau sejak Jumat (30/8/2019) lalu. Peluang cuaca untuk beberapa hari ke depan cukup mendukung untuk TMC. Meski masih dalam masa kemarau, namun pertumbuhan awan masih berpotensi secara sporadis dan tidak merata. “Itu bisa dioptimalkan dengan TMC, untuk turunkan hujan,” kata Kepala BBTMC BPPT, Tri Handoko Seto, Minggu (1/9/2019).

Sekitar 10 ton bahan semai garam NaCL, dan peralatan telah didistribusikan dan ditempatkan di gudang posko utama yang dibangun di Lapangan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan.

Seluruh prasana akan disiagakan, untuk operasional selama kegiatan TMC yang telah berlangasung sejak pekan lalu. Kegiatan TMC itu didukung satu unit pesawat CASA 212 dari skadron udara 4 Malang. Untuk kegiatan penyemaian awan, tim dari BBTMC BPPT dilengkapi kru berjumlah 10 orang, sedangkan tim TNI Angkatan Udara untuk kesiapan pesawat diperkuat 10 orang.

Tim BBTMC BPPT berencana melakukan TMC di seluruh area Sumatera Selatan, dengan fokus pada wilayah dengan lahan gambut yang luas, seperti Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Musi Banyuasin.

Koordinator lapangan kegiatan TMC Penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan, Faisal Soenarto, menyebut, secara umum pada 2019 kondisi cuaca lebih kering dari 2018. Sehingga luas kebakaran juga cenderung meningkat. Selain pemadaman kebakaran hutan dan lahan, juga dilakukan pembasahan lahan (rewetting) lahan gambut.

Kemudian pengisian embung-embung, untuk mendukung kegiatan pemadaman melalui darat.Juga dilakukan water bombing jika diperlukan. “Pembasahan lahan akan menekan resiko lahan terbakar,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...