hut

Asosiasi Logistik Kaltim Berharap Kualitas Jalan Ditingkatkan

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN — Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Timur, berharap kepada pemerintah agar kualitas jalan di daerah ini ditingkatkan. Pernyataan itu disampaikan menyusul banyaknya ruas jalan rusak, yang dapat menghambat distribusi barang dan jasa di wilayah ini.  

Ketua ALFI Kalimantan Timur, Faisal Tola, mengatakan, peningkatan kualitas jalan atau infrastruktur jalan dapat memperlancar pembangunan. “Salah satu kendala dalam distribusi logistik adalah kondisi jalan yang buruk. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah, bila ingin memastikan pasokan barang di daerah,” kata dia, Selasa (10/9/2019).

Dia mengatakan, salah satu komponen yang cukup mahal yang membebani harga kebutuhan pokok adalah distribusi. Makin murah biaya angkutan, maka ongkos yang dibebankan kepada konsumen atau masyarakat bisa makin murah.

Berkaitan dengan pembangunan Tol Balikpapan – Samarinda, ALFI menilai sebagai langkah yang tepat. Hanya saja, lagi-lagi dia berharap tarif yang dikenakan tidak mahal.

Ketua ALFI Kaltim, Faisal Tola –Foto: Ferry Cahyanti

“Pembangunan infrastruktur jalan tol Balikpapan-Samarinda, itu bisa memudahkan jalur logistik. Asal tarif tak mahal, maka harga barang ke masyarakat juga bisa rendah,” ucapnya.

Pembangunan jalan yang baik dapat memperkuat Balikpapan sebagai pintu masuk Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara yang baru.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan, Ditjen Bina Marga, Refly Ruddy Tangkere, berharap kerja sama dengan perusahaan untuk pemeliharaan jalan.

“Bagi truk tambang juga diharapkan membuat jalan khusus,” kata Refly Ruddy Tangkere.

Menurutnya, perbaikan dan rehabilitasi jalan yang dilakukan pemerintah tidak berumur panjang, karena dilintasi kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi dan kapasitas muatan.

Pembatasan muatan truk tidak dapat direalisasikan, karena pada umumnya mengangkut sawit dari perkebunan rakyat dan batu bara.

“Terkadang truk membawa muatan lebih dari beban. Pasang bisa sampai 15 ton atau lebih. Kalau membawa barang lebih dari 8 ton, seharusnya bisa menggunakan trus yang memiliki roda belakang lebih dari empat atau dua. Mereka yang melintas di jalan ikut  bertanggung jawab,” imbuh Refly.

Di sisi lain, lanjut dia, kontur tanah di Kaltim secara almiah terdapat potensi batu bara, berdampak pada terjadinya patahan ketika terpapar air. Hal itu menyebabkan kondisi jalan yang mudah mengalami pasang susut.

Tak hanya itu, target kemantapan jalan di Kalimantan Timur akan sulit dicapai dengan anggaran dana perbaikan sebesar Rp500 miliar. Balai Pelaksana Jaan Nasional hanya dapat melakukan rehabilitasi rutin serta penambalan jalan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!