hut

Atasi Kekeringan, Warga Desa Pasuruan Optimalkan Jaringan Irigasi

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Peningkatan kualitas jaringan irigasi tersier di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan terus dikebut.

Ali Mustopa, Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) desa setempat menyebut, infrastruktur irigasi tersebut bantuan dari pemerintah. Penyediaan air irigasi selama masa tanam kemarau mengandalkan pasokan air dari Gunung Rajabasa.

Jaringan air yang lancer, menyokong produksi padi di wilayah tersebut stabil. Jaringan irigasi mampu mengairi lahan seluas lebih dari 50 hektare. Peningkatan jaringan irigasi menjadi kebutuhan, agar lahan pertanian padi tetap bisa dialiri.

Ali Mustopa,ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan mengawasi peningkatan saluran air tersier untuk lahan sawah saat kemarau, Senin (16/9/2019) – Foto Henk Widi

Peningkatan fasilitas jaringan irigasi dilakukan sepanjang 380 meter, dengan menambah jaringan yang sudah ada. “Kendala yang ada, kontur tanah tidak merata. Akibatnya, air dari jaringan irigasi harus disedot menggunakan mesin ke lahan sawah yang tinggi, jadi fasilitas mesin sedot juga harus dimiliki petani,” ungkap Ali Mustopa kepada Cendana News, Senin (16/9/2019).

Upaya untuk mendongkrak produksi padi di musim gadu (kering) dilakukan dengan memaksimalkan saluran irigasi. Sebagian lahan yang tidak mendapat pasokan air mengalah dibiarkan kering. meski memasuki masa padi berbulir.

Ali Mustopa menjamin, saat jaringan irigasi selesai dibangun, pengelolaan dan penyediaan air akan berjalan lancar. Warga yang menyediakan fasilitas sumur bor secara mandiri, bisa dipergunakan oleh petani lain. Meski mengeluarkan biaya sekitar Rp7juta hingga Rp10juta, biaya investasi untuk pengairan bisa ditutup dengan hasil saat panen. Satu sumur bor dengan pipa tiga inchi bisa dipakai untuk lahan seluas lima hektare.

Sutrisno dan Radio, petani pengguna air menyebut, masih memanfaatkan saluran irigasi alami. Petani di Desa Pasuruan tersebut memanfaatkan air siring alam yang berukuran kecil dengan cara dibendung. “Saat pengolahan lahan, pemupukan, penyiangan gulma hingga masa padi berbulir air harus dialirkan sehingga antar petani saling kerjasama,” ungkap Sutrisno.

Prinsip gotong royong untuk menyediakan air, dilakukan dengan membendung dan menelusuri saluran air. Penelusuran bertujuan, untuk memastikan saluran bersih dari sampah penyumbat. Lestarinya pasokan air dari Gunung Rajabasa, membuat petani masih mendapat pasokan air hingga masa padi berbulir.

Lihat juga...