hut

Bandara Balikpapan Siap Melayani Tiga Rute Internasional  

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN — Masyarakat di Kalimantan Timur yang ingin beribadah umrah, maupun jalan-jalan ke negeri jiran, bakal semakin mudah. Tidak lama lagi, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, akan membuka tiga rute internasional sekaligus.

Jalur penerbangan yang akan dilayani, yaitu Balikpapan – Jeddah, Arab Saudi. Kemudian Balikpapan Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam. Selanjutnya Balikpapan – Kuala Lumpur, Malaysia. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Sepinggan Balikpapan, Farid Indra Nugraha, menjelaskan, penerbangan langsung Balikpapan-Jeddah akan diisi maskapai Lion Air.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Sepinggan Balikpapan Farid Indra Nugraha, saat ditemui Kamis  (12/9/2019) – Foto Ferry Cahyanti

“Penerbangan langsung ke Jeddah menggunakan pesawat Airbus 330 900 yang berkapasitas 375 penumpang. Penerbangan dijadwalkan empat kali setiap bulan, hingga Januari tahun depan,” ujar Farid Indra Nugraha, Kamis (12/9/2019).

Maskapai berlogo kepala singa itu telah mengajukan jadwal terbang perdana pada akhir September ini. Sementara bagi masyarakat yang akan pelesir ke negeri jiran secara langsung, bisa mulai dilakukan Oktober.

Pada Oktober 2019, maskapai Royal Brunei mulai melayani penerbangan dengan tujuan Balikpapan—Bandar Seri Begawan PP sebanyak tujuh kali seminggu. Maskapai yang dikenal berbujet rendah, Air Asia, segera membuka penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Air Asia sedang melakukan kajian pembukaan rute tersebut. Dalam penjelasannya, Farid Indra tidak menampik, jika penambahan mitra maskapai asing untuk memperbaiki kinerja perseroan.

“Ini merupakan salah satu opsi kami meningkatkan jumlah penumpang. Kami melihat potensi jalur penerbangan internasional di Kaltim cukup bagus,” ucap Farid.

Selain rute internasional, ada tiga maskapai penerbangan yang disebutnya, akan menghidupkan kembali rute yang pernah ditutup. Maskapai Citilink dan Lion Air sedang mengajukan slot penerbangan ke Jakarta. Sementara Garuda Indonesia sedang dalam tahap evaluasi.

Untuk diketahui, PT Angkasa Pura I sebagai operator Bandara SAMS Sepinggan memproyeksikan kerugian hingga Rp30 miliar. Kerugian itu sebagai dampak menurunnya jumlah penumpang pesawat sebesar 27,1 persen. Jumlah penumpang pada enam bulan pertama tahun ini hanya mencapai 2.614.289 orang. sementara tahun lalu masih mencapai 3.587.781 orang. Kerugian itu juga disumbangkan dari penurunan jumlah penerbangan pesawat dan kargo, masing-masng sebesar 29,4 persen  dan 27,5 persen.

Sementara itu dari sisi pergerakan pesawat turun hingga sekitar 10 ribu jadwal. Menjadi hanya 23.754 dari sebelumnya 33.629 kali. Sepanjang 2018,  Bandara Sepinggan telah melayani total sebanyak 7,5 juta penumpang. Pengoperasian bandara baru di APT Pranoto di Samarinda,  turut berdampak terhadap penurunan penumpang. Saat ini APT Pranoto tercatat melayani 40 take off landing dengan 20 jadwal penerbangan serta 5.500 penumpang per hari. Dampaknya, tahun ini SAMS Sepinggan mulai merasakan penurunan penumpang tersebut sampai 40 persen.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!