hut

Bank Sampah di Pasar Alok Maumere Harus Bisa Kurangi Sampah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Kehadiran Bank Sampah di areal pintu masuk pasar Alok lengkap dengan fasilitas motor roda tiga untuk mengangkut diharapkan bisa mengurangi volume sampah di kota Maumere.

Pimpinan wilayah VII PT. Pegadaian Denpasar Nuril Islamiah. Foto : Ebed de Rosary

Selama ini, sampah yang berada di pasar Alok selalu tidak terangkut dan dibuang di luar kontainer.

“Coba lihat sendiri sampah di pintu masuk los penjualan ayam. Dibuang sembarangan dan ditimbun di tanah bahkan hingga satu dua hari baru diangkut,” kata Nurhayati, salah seorang pedagang di pasar Alok,Rabu (4/9/2019).

Nur sapaannya mengakui ada keterbatasan tempat sampah atau kontainer di pasar Alok. Volume setiap hari sangat banyak sehingga pedagang sering membuang di luar kontainer.

“Kalau ada tempatnya tentu pedagang akan membuang di tempat sampah. Selain itu, harus diangkut secara rutin setiap hari,” ungkapnya.

Untuk mengatasi permasalahan di kabupaten Sikka, PT. Pegadaian kantor wilayah Denpasar membuka Bank Sampah di Maumere tepatnya di pintu masuk pasar Alok.

Pimpinan PT. Pegadaian wilayah VII Denpasar Nuril Islamiah mengatakan, bank sampah yang sudah diresmikan ini pun diharapkan bisa mengatasi permasalahan tersebut, khususnya plastik.

“Hidup ini tidak lepas dari sampah dan kita tidak mungkin melarang orang membuang dan menggunakannya. Sebelumnya juga membuat di Oebobo kota Kupang,” kata Nuril.

Rencananya sejak lama ingin membangun Bank Sampah di Maumere. Nuril berharap jangan sampai kehadiran bank sampah hanya sinbol saja dan tidak berlanjut.

Dirinya pun meminta agar ada sinergi antara pemerintah dan bank sampah dalam mengelola di kota Maumere.

Bicara plastik kata Nuril, sulit sekali terurai dan paling cepat 20 tahun baru bisa terurai. Bahkan ada yang bisa sampai 100 tahun baru bisa terurai.

Pihaknya ingin bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Sikka agar nanti bisa membagikan tas belanja agar ibu-ibu yang ke pasar tidak lagi menggunakan kantong plastik.

“Nanti kita ingin kerjasama dengan DLH dan dinas Perindag Sikka agar bisa membagikan tas belanja gratis. Dengan begitu ibu-ibu yang belanja tidak lagi membutuhkan tas plastik sehingga bisa mengurangi pemakaian sampah plastik,” harapnya.

Lihat juga...