hut

Banyak Masyarakat Flotim Bekerja di Malaysia Tanpa Dokumen Kependudukan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Merantau atau Melarat merupakan istilah bagi warga Flores Timur (Flotim) yang bepergian ke luar daerah, telah berlangsung sejak puluhan tahun lampau.

Bukan saja ke berbagai wilayah di Indonesia, warga Flotim pun telah lama bekerja di Malaysia. Mereka berangkat secara sendiri-sendiri maupun diantar sanak saudaranya yang lebih dahulu bekerja di Malaysia.

“Saat kami berada di Tawau Malaysia, kami mendapati banyak warga asal Flotim yang bekerja di sana tanpa memiliki dokumen kependudukan yang resmi,” kata kepala dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) kabupaten Flores Timur, Marianus Nobo Waton, Rabu (18/9/2019).

Dikatakan Nus sapaannya, karena masyarakat Flotim banyak yang berada di perbatasan Malaysia maka pihaknya mengadakan pertemuan dengan Konsulat RI di Tawau.

Menurutnya, pertemuan ini dilakukan guna mencari jalan keluar agar masyaralat Flotim yang tidak memiliki dokumen kependudukan bisa dilayani kependudukannya di Malaysia khususnya Tawau, Sabah.

“Banyak masyarakat Flotim yang tinggal di perbatasan dan bekerja di Tawau Malaysia ada belasan ribu orang. Persoalan utama masyarakat Flotim di Nunukan dan Malaysia tidak memiliki dokumen kependudukan yang jelas,” tegasnya.

Terkait dengan penyelesaian persoalan kependudukan pihaknya jelas Nus, juga melakukan pertemuan dengan pihak BP3TKI dan Imigrasi Nunukan.

Tim Dispendukcapil Flotim tuturnya, langsung mengunjungi masyarakat Flotim yang mendapat deportasi dari Malaysia di Rusunawa. Dengan begitu bisa langsung berkoordinasi mengatasi persoalan yang dihadapi.

“Pihak Imigrasi Nunukan dan BP3TKI menyarankan kalau bisa di setiap desa di Flotim ada peraturan desa yang mengatur soal migrasi masyarakatnya ke luar daerah atau ke luar negeri,” imbuhnya.

Dengan begitu sambung Nus, kalau ada masyarakat yang berangkat ke luar negeri maka pihak desa akan mengetahui. Pemerintah desa bisa mengetahui keberadaan warganya di daerah lain atau luar negeri dan dokumen yang dibawa sudah lengkap atau belum.

Dalam kunjungan ke Nunukan sebutnya, ada tatap muka dengan Pemda Nunukan dan bupati Nunukan sangat puas dengan kehadiran Dispendukcapil Flotim.

“Pemda Nunukan sangat senang sebab kalau masyarakat Flotim yang sudah tinggal di Nunukan tapi masih ber-KTP Flotim, maka kami bisa membuat surat keterangan pindah sehingga bisa dibuatkan KTP Nunukan,” ungkapnya.

Menurut bupati Nunukan kata Nus, masyarakat NTT di sana urutan kedua terbanyak, sehingga bupati meminta agar disampaikan kepada gubernur NTT supaya persoalan kependudukan bisa dilayani secara komprehensif.

Saat pihaknya melakukan pelayanan kependudukan banyak warga asal NTT dari luar kabupaten Flotim datang menanyakan dan dikatakan hanya bisa membantu melalui komunikasi dengan Dispendukcapil di kabupaten asal mereka.

Piter Kewuan, Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) kabupaten Flores Timur, menambahkan, selain di Nunukan, pihaknya melakukan pelayanan serupa di kabupaten Tarakan.

Piter Kewuan, Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) kabupaten Flores Timur, di ruang kerjanya, Rabu (18/9/2019) – Foto: Ebed de Rosary

Dalam sehari di Tarakan kata Piter, pihaknya melakukan pengurusan dokumen kependudukan dan mengeluarkan surat keterangan pindah kependudukan sebanyak 80 lembar.

“Langkah berikutnya kita tetap menjalin kerjasama ini dan ada masyarakat Flotim yang bekerja di Nunukan dan Tarakan, mereka akan melakukan pendataan kependudukan warga Flotim di sana,” katanya.

Data tersebut jelas Piter, akan dikirimkan ke Dispendukcapil Flotim sehingga pihaknya akan mengeluarkan surat pindah dan datanya dikirim ke Dispendukcapil di Tarakan dan Nunukan untuk diproses.

Tanpa ada surat pindah penduduk ucapnya, maka masyarakat Flotim yang ada di Nunukan dan Tarakan tidak bisa memiliki BPJS Kesehatan dan lainnya karena masih memiliki KTP Flotim.

“Ke depan, setiap kali Pemkab Nunukan menemukan masalah kependudukan warga Flotim di sana maka akan menghubungi Dispendukcapil Flotim untuk mengeluarkan surat dan dokumen yang dibutuhkan,” ujarnya.

Pihaknya pun sambung Piter, sudah menyampaikan kepada warga Flotim yang berdomisili di Nunukan dan Tarakan bahwa jalan satu-satunya harus ber-KTP Nunukan.

Saat mereka ingin kembali dan menetap di Flotim baru kata dia, mereka harus membuat surat pindah penduduk sehingga data kependudukannya diubah kembali.

Lihat juga...