Bayi Dibuang Ibu Kandung, Diserahkan RSUD Blambangan ke Dinsos Jatim

Editor: Mahadeva

BANYUWANGI – RSUD Blambangan menyerahkan bayi perempuan, yang dibuang oleh ibu kandungnya di sebuah sebuah Surau di Desa Kenjo Kecamatan Glagah akhirnya ke Dinas Sosial Jawa Timur.

Bayi berparas cantik tersebut, diserahkan setelah menjalani perawatan medis di RSUD Blambangan selama 16 hari. Penyerahan bayi malang tersebut disaksikan langsung oleh ibu kandungnya, Rusdiana, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Rusdiana ditemani oleh bapaknya, Ansori, sekaligus orang yang pertama kali menemukan cucunya tersebut di Surau. Suasana tampak, saat Rusdiana memeluk erat buah hatinya, sebelum dibawa ke Sidoarjo.

Nampak jelas, janda berusia 26 tahun tersebut meneteskan air mata, sembari menciumi buah hatinya sebagai bentuk penyesalan atas perbuatan dilakukan. “Hari ini, kami dari RSUD Blambangan menyerahkan bayi X kepada Dinas Sosial Banyuwangi, untuk selanjutnya diserahkan ke UPT Pelayanan Sosial Anak dan Balita Sidoarjo,” kata Pelaksana tugas Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggreini, Selasa (3/09/2019).

Selama di RSUD Blambangan, bayi mungil yang sering dipanggil Kenzi oleh perawat tersebut, terus diberi asupan gizi dan nutrisi. Hal itu dikarenakan, bayi tersebut dilahirkan dengan kondisi tidak normal, dan sempat mengalami gangguan sesak nafas.  “Awal dibawa ke rumah sakit bayi ini mengalami hypothermia, karena ditinggal dalam keadaan suhu rendah, sehingga sempat sesak nafas. Namun setelah diinkubator kondisinya sudah normal,” kata dokter  speasialis dokter anak di RSUD Blambangan tersebut.

Selain dilahirkan, bayi tersebut hanya memiliki berat badan 2,4 kilogram. Setelah dirawat secara intensif, berat badannya bertambah menjadi 2,6 kilogram. “Jadi bayi ini sudah dalam kondisi sehat, dan minumnya lancar,” imbuhnya.

Kasi Perindukan Sosial UPT PSAB Sidoarjo, Sri Retno Hartini, menyampaikan, UPT PSAB Sidoarjo merupakan lembaga di bawah Dinas Sosial Jawa Timur, sebagai tempat rujukan bayi yang terlantar di Jawa Timur. “Jadi semua bayi yang ditelantarkan oleh orang tuanya, kami rawat di sini,” jelasnya.

Namun, karena ibu kandungnya sudah ditemukan, pihaknya akan menunggu proses hukum yang bersangkutan di kepolisian. Kalau yang bersangkutan menyanggupi untuk merawat bayi tersebut, maka pihaknya akan mengembalikan kepada keluarga. “Namun jika tidak, maka akan memproses adopsi bayi tersebut,” jelasnya.

Sejauh ini, berdasarkan informasi dari Dinas Sosial Banyuwangi, sudah ada sekira 40 orang yang mengajukan diri mengadopsi bayi tersebut. “Untuk bisa mengadopsi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Yang paling utama ialah, usia pernikahan minimal lima tahun. Usia suami isteri 30 sampai 55 tahun. Lainnya administrasi,” ungkapnya.

Lihat juga...