BAZNAS Berikan Layanan Digital

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), terus berupaya memudahkan masyarakat dalam beribadah, menunaikan zakat dan infak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan perusahaan digital.

Manajer Digital Fundraising Zakat BAZNAS, Hafiza Elvira, mengatakan, layanan digital diberikan untuk lebih mendekat dengan gaya hidup masyarakat. Diharapkan, mustahik yang membutuhkan bantuan, terkhusus kesehatan, menjadi semakin mudah mendapatkan layanan terbaik. “Alasan kami menjalin kerjasama ini, karena generasi milenial lebih suka menggunakan sistem digital dalam menyalurkan zakat dan infak,” kata Hafiza, pada acara penandatangan kerjasama BAZNAS dengan Yayasan Peduli Sehat Gotong Royong di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Jalinan kerjasama, merupakan budaya kebaikan masyarakat untuk membantu sesama yang membutuhkan. Khususnya, dalam bidang kesehatan. Sehingga para muzzaki, bisa menyelamatkan kaum dhuafa yang sedang sakit.

Di bidang kesehatan, Baznas memiliki beberapa progran, seperti Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Dimana masyarakat atau kaum dhuafa, dibantu untuk pengobatan dan kayanan kesehatan melalui dana zakat dan infak yang disalurkan para muzzaki. “Pengalangan dana zakat dan infak dalam jalinan kerja sama ini khusus untuk program kesehatan bagi mustahik,” jelasnya.

Target perhimpunan BAZNAS di 2019 sebesar Rp280 miliar. “Yang terhimpun dari Januari sampai sekarang, angkanya sekitar 60 sampai 70 persen dari yang ditargetkan,” ungkap Hafiza.

Sekretaris Yayasan Peduli Sehat gotongroyong, Widodo Septiadi, menambahkan, mengumpulkan zakat dilakukan untuk masyarakat yang membutuhkan, khususnya di sektor kesehatan. “Kerjasama ini memiliki peran penting dalam rangka menumbuhkan kepedulian dan diperkuat untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berzakat,” jelasnya.

Menjembati masyarakat untuk menjadi muzzaki, dalam upaya menebarkan kebaikan untuk mustahik yang sedang berjuang melawan penyakit kritis. Semua dana zakat dan infak yang terkumpul, dalam jalinan kerjasama tersebut, sepenuhnya diserahkan ke BAZNAS untuk mengelolaaannya bagi mustahik. “Kita semua khususnya generasi milenial punya peluang besar untuk membantu para mustahik yang sedang sakit,” pungkasnya.

Lihat juga...