hut

Berkat Lantainisasi dari Damandiri, Nenek Casem Kini Salat Lebih Nyaman

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Nenek Casem (70), terlihat sibuk melipat mukena, usai menjalankan Salat Ashar. Sambil duduk di atas sajadah yang digelar di lantai kamar, sesekali ia mengusap bagian lantai, seolah tak ingin lantai rumahnya kotor sedikitpun.

“Kalau salat, sekarang lebih khusuk, karena sudah di atas lantai yang bersih. Dulu saya kalau salat pakai tikar yang digelar di atas tanah, kemudian baru diberi sajadah. Bau tanahnya masih terhirup, terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, terkadang saya sampai batuk-batuk,” tuturnya sambil tersenyum, Jumat (27/9/2019).

Nenek Casem mengaku sangat senang kini rumahnya tak lagi dipenuhi debu. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Nenek Casem merupakan salah satu warga Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang menerima bantuan lantainisasi dari Yayasan Damandiri. Hingga menginjak usia 70 tahun, baru dua bulan terakhir, ia menikmati nyamannya rumah dengan lantai bersih.

Rumah berukuran 4 x 6 meter itu, kini tidak lagi dipenuhi debu. “Saya berterima kasih sekali kepada Yayasan Damandiri, karena sekarang rumah saya jadi bersih dan sehat, tidak lagi banyak debu di dalam rumah,” tutur nenek dua cucu yang tinggal sendirian tersebut.

Program lantainisasi yang dilaksanakan yayasan besutan Presiden RI ke-2, HM Soeharto tersebut, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Cilongok. Sampai saat ini, sudah ada 160 rumah yang mendapatkan bantuan lantainisasi. “Sudah dua kali program lantainisasi dilaksanakan di Desa Cilongok, pertama di Desember 2018, sebanyak 100 rumah mendapat bantuan lantainisasi, kemudian di Juli kemarin ada 60 rumah yang mendapat bantuan, jadi total ada 160 rumah,” kata Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat.

Di Desa Cilongok, masih banyak rumah pra sejahtera yang masih berlantaikan tanah karena faktor kemiskinan. Secara bertahap, Yayasan Damandiri mengucurkan bantuan, setelah proses pendataan. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, materi bantuan diberikan dalam bentuk material untuk membuat lantai.

Menurut Riyan, besarnya bantuan bervariasi. Namun, pada umumnya dikisaran Rp1.500.000 per-rumah. Besarnya bantuan yang diberikan, disesuaikan dengan ukuran luas bangunan rumah. Untuk pengerjaannya, masyarakat desa bergotong-royong secara bergiliran. “Jadi kalau ada yang mau pasang lantainisasi, biasanya warga bergotong-royong mengerjakannya. Ada juga yang dikerjakan oleh tukang, tetapi sebagian besar dengan bergotong-royong secara bergiliran antar penerima bantuan,” terang Riyan.

Lihat juga...