hut

Bernilai Jual Tinggi, Nelayan Lamsel Olah Hasil Tangkapan Jadi Dendeng Ikan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Melimpahnya hasil tangkapan ikan laut di perairan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menjadi berkah bagi nelayan. Sebagian dijual dalam kondisi segar, diolah menjadi teri dan ikan asin rebus. Selain itu, proses pengawetan ikan dengan pengeringan juga dilakukan, di antaranya menjadi dendeng.

Rusman, salah satu pembuat dendeng ikan menyebutkan, beberapa jenis ikan potensial dibuat dendeng meliputi sembilang, kembung, bawal, belanak, bandeng, japuh, selar. Pada Agustus hingga September sejumlah ikan pelagis jenis japuh (Dussumieria acuta) kerap diperoleh bersama ikan teri. Daging ikan japuh yang tebal dengan duri lunak yang mudah dibersihkan membuatnya kerap dijadikan dendeng.

Rusman menambahkan kemarau panjang di wilayah Lamsel ikut mendukung pembuatan dendeng. Selama kemarau produksi teri, ikan asin rebus dan dendeng bahkan mendapatkan kualitas maksimal dengan adanya panas sinar matahari yang sempurna.

“Pengawetan dengan pengeringan sinar matahari membuat ikan bisa bertahan hingga enam bulan dalam wadah kedap udara ,”ungkap Rusman saat ditemui Cendana News, Senin (30/9/2019).

Pembuatan dendeng menurut Rusman cukup sederhana diawali dengan pembersihan ikan. Seperti pada proses pengasapan, jenis japuh akan dibelah pada bagian perut untuk dikeluarkan kotorannya. Selain bagian perut, untuk kualitas dendeng yang bagus kerap dibersihkan bagian sisik. Pemberian bumbu menjadi ciri khas pembuatan dendeng dengan tambahan merica, bawang merah dan gula merah.

“Ikan japuh, kembung, selar, sembilang yang telah dibersihkan dan dibelah direndam dalam bumbu atau dioleskan agar merata sebelum dijemur,” cetusnya.

Perendaman ikan dalam bumbu selama 15 menit bisa menjadi cara untuk mendapatkan dendeng bercita rasa.

Pada saat bahan baku banyak, Rusman bisa mengolah sebanyak 50 kilogram dendeng. Berbagai jenis ikan yang bisa dibuat dendeng akan dikemas setelah kering dalam ukuran 500 gram.

Proses penjemuran teri dan ikan asin rebus sebagian dibuat menjadi dendeng oleh nelayan di Muara Piluk, Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (30/9/2019). Foto: Henk Widi

Per kilogram dendeng dijual seharga Rp50.000 perkilogram. Sekali proses pembuatan dendeng bisa mendapatkan sebanyak 40 kilogram dendeng kering siap jual.

“Keistimewaan dendeng bernilai jual tinggi karena ikan awet dan sudah dalam kondisi diberi bumbu sehingga mudah diolah,” ungkap Rusman.

Pembuatan dendeng juga ditekuni oleh Sutarji, nelayan yang mendapatkan hasil tangkapan teri. Selisih harga jual teri kering, ikan asin dan dendeng menguntungkan.

Teri kering yang dihasilkan dari teri jengki kerap dijual Rp30.000 per kilogram, ikan asin Rp15.000 per kilogram. Sementara harga dendeng ikan japuh dan ikan lain bisa mencapai Rp50.000 per kilogram.

Dalam sepekan Sutarji menyebut bisa membuat sebanyak 60 hingga 70 kilogram dendeng kering. Jumlah tersebut menurut Sutarji dipengaruhi oleh jumlah bahan baku. Semakin banyak bahan baku ia bisa membuat dendeng dalam jumlah banyak.

Lihat juga...