Biaya Pendidikan, Emas dan Cabai Penyumbang Inflasi di Jember

Editor: Mahadeva

JEMBER – Inflasi bulanan Kabupaten Jember untuk Agustus 2019 sebesar 0,33 persen. Tercatat, dari delapan kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, tujuh kota mengalami inflasi sedangkan satu kota deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,33 persen, sedangkan terendah terjadi di Kota Madiun sebesar 0,04 persen. Sementara yang mengalami deflasi adalah Kota Kediri, yang nilainya sebesar 0,23 persen. Inflasi di Kabupaten Jember saat ini lebih tinggi dari inflasi di Jawa Timur dan Nasional, yang nilainya sebesar 0,12 persen.

Kepala Seksi Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Candra Birawa, menjelaskan, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah biaya pendidikan, cabai rawit dan emas pehiasan.

Di Agustus 2019, biaya pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama mengalami kenaikan harga. Utamanya untuk sekolah swasta. “Kenaikkan biaya sekolah disepakati setelah dilakukan rapat bersama antara pihak sekolah dengan komite orang tua siswa,” kata Candra, Senin (2/9/2019).

Sementara untuk cabai, minimnya pasokan komoditas cabai rawit dan cabai merah, menyebabkan terjadinya kenaikan harga di Agustus 2019. Kenaikan harga-nya mencapai 30 persen untuk cabai rawit, dan 11 persen untuk cabai merah.

“Sedangkan komoditas emas, mengalami kenaikan sebesar tujuh persen. Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dollar AS turun, maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dollar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya,” jelasnya.

Komoditas lain yang turut memberikan andil terjadinya inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, ketimun dan udang basah. “Sedangkan komoditas yang menghambat laju inflasi karena mengalami deflasi antara lain  bawang merah, tomat sayur, bayam, sawi hijau dan kangkung,” pungkasnya.

Lihat juga...