hut

BJ Habibie Wafat, Warga Lamsel Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sebagai tanda berkabung, warga Lampung Selatan (Lamsel) memasang bendera setengah tiang. Usai berita atas wafatnya Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie sejumlah warga mulai memasang bendera merah putih setengah tiang.

Omon Budianto, Kepala Dusun Sumbersari menyebut, imbauan tersebut telah disampaikan oleh Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Omon Budianto, Kepala Dusun Sumbersari Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, saat menemui Cendana News, Rabu (11/9/2019) – Foto: Henk Widi

Omon Budianto menyebut pengibaran bendera negara setengah tiang sesuai dengan edaran bernomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019.

Berdasarkan surat edaran tersebut ia mengungkapkan pengibaran bendera negara setengah tiang dilakukan saat hari berkabung nasional.

Ia telah mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan penghormatan bendera setengah tiang di depan rumah masing masing.

Imbauan tersebut diakuinya sesuai dengan edaran Mensesneg yang menetapkan hari berkabung nasional. Omon Budianto menyebut seusai mendengar kabar duka wafatnya Presiden RI Ke-3 tersebut masyarakat diajak mengibarkan bendera setengah tiang hingga 14 September mendatang.

Sesuai dengan informasi, BJ Habibie tutup usia pada 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto wafat dalam usia 83 tahun.

“Sudah kami imbau kepada masyarakat jika malam ini sempat untuk mengibarkan bendera setengah tiang silakan mempergunakan waktu yang ada. Apalagi peralatan pengibaran masih tersedia usai peringatan 17 Agustus kemarin,” ungkap Omon Budianto saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (11/9/2019) malam.

Imbauan tersebut sekaligus sosialisasi pasal 12 ayat (4), ayat (5) , ayat (6) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa serta Lagu Kebangsaan dan pimpinan negara dan yang diatur di dalamnya. Sesuai pasal tersebut dimohon untuk mengibarkan bendera negara setengah tiang selama 3 hari mulai tanggal 12 September 2019 sampai dengan 14 September 2019.

“Karena hari sudah malam bagi masyarakat bisa mengibarkan esok hari,” imbaunya.

Suyatinah, salah satu warga dibantu sang cucu langsung menyiapkan dan mengibarkan bendera setengah tiang.

Suyatinah (kiri) memasang bendera setengah tiang tanda berkabung atas wafatnya BJ. Habibie presiden RI ke-3, Rabu, (11/9/2019) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut sesuai dengan tradisi saat mendapat informasi terkait hari berkabung nasional ia langsung mengibarkan bendera setengah tiang.

Saat menonton televisi ia menyebut wafatnya BJ Habibie ditetapkan sebagai hari berkabung nasional.

Ia menyebut sengaja langsung memasang bendera setengah tiang sebab bendera merah putih selesai disimpan setelah dicuci.

Sebelumnya bendera dikibarkan sejak 10 Agustus 2019 hingga 31 Agustus 2019. Setelah dikibarkan ia langsung mencuci bendera merah putih dan mengibarkan kembali setengah tiang saat wafatnya Presiden RI Ke-3, BJ Habibie.

Warga lain bernama Sapta menyebut informasi wafatnya BJ Habibie  diterima dari berita di televisi. Wanita yang duduk di bangku SD saat BJ Habibie menjadi presiden mengaku mengingat almarhum sebagai Menteri Ristek.

Sosok yang sangat cerdas disebutnya bahkan membuat ia selalu memberi nasihat kepada anaknya mengikuti jejak kecerdasannya.

“Saya ikut sedih karena beliau tokoh yang sangat cerdas menjadi panutan hingga sekarang,” ungkap Sapta.

Selain di Desa Pasuruan, kabar wafatnya BJ Habibie di sejumlah wilayah Lamsel lainnya juga membuat warga mengibarkan bendera setengah tiang.

Heri, salah satu warga perumahan Serambi Sumatera menyebut, ia dan warga lain langsung mengibarkan bendera setengah tiang sebelum ada imbauan.

Ia menyebut rasa hormat pada presiden ke-3 dan kecerdasannya membuat ia ikut berkabung dan mengibarkan bendera setengah tiang di depan rumahnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!