BKP Pangkalpinang Kembali Gagalkan Penyeludupan Ratusan Colibri

Iliustrasi satwa burung yang dilindungi - Foto Dokumentasi CDN

PANGKALPINANG – Balai Karantina Pertanian Kelas II Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 450 ekor burung colibri.

Penyelundupan dilakukan di Pelabuhan Pangkalbalam dengan tujuan Jakarta. Pengiriman hewan tersebut dilakukan tanpa dokumen sertifikat karantina hewan. “Hari ini kita kembali berhasil mengamankan 450 burung, sebelumnya juga menangkap 1.020 ekor colibri yang akan dikirim ke Jakarta,” kata Kasi Karantina Hewan BKP Kelas II Pangkalpinang, Akhir Santoso, di Pelabuhan Pangkalbalam, Minggu (29/9/2019).

Penangkapan sekitar 450 ekor burung jenis colibri tersebut, dilakukan berdasarkan Undang-Undang No.16/1992, tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Pasal 6 huruf a. Setiap media pembawa binatang yang dibawa atau dikirim dari satu area ke area yang lain di dalam wilayah Republik Indonesia, wajib dilengkapi dengan sertifikat karantina. “Rencananya Minggu sore, kita bersama BKSDA Babel akan melepasliarkan ratusan burung colibri di Belinyu Kabupaten Bangka,” ujarnya.

Penangkapan burung berawal dari petugas Karantina Wilker Pelabuhan Pangkalbalam yang melakukan pengawasan. Petugas menemukan alat angkut truk dengan muatan mencurigakan. Armada tersebut telah masuk ke dalam kapal tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Kepala Resort BKSDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yusmono, mengucapkan terima kasih kepada BKP Kelas II Pangkalpinang yang telah menggagalkan penyeludupan ribuan burung colibri ini. “Sebagian burung colibri ini ada jenis yang dilindungi, karena sudah terancam punah akibat maraknya perburuan liar,” katanya.

Saat ini populasi colibri di Bangka Belitung sudah mengalami penurunan yang cukup tinggi, karena perburuan liar yang marak. “Apabila burung ini terus diburu dan ribuan colibri ini dijualbelikan ke luar daerah, maka burung ini akan punah,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...