BPJS Catat 147.000 Kasus Kecelakaan Kerja Selama 2018

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BEKASI — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat, di 2018 terdapat 147 ribu kasus kecelakaan kerja. Dari jumlah tersebut sebanyak 4.678 atau 3,18 persen di antaranya mengalami cacat dan 2.575 atau 1,75 persen lainnya meninggal dunia.

“Dengan kata lain dalam satu hari sekitar 12 orang peserta BPJS Ketenagakerjaan mengalami kecacatan dan tujuh orang peserta meninggal dunia,” ungkap Anang, Asisten Deputi Direktur Pelayanan BPJS TK Jawa Barat, di Bekasi, Senin (9/9/2019) saat kegiatan pembagian 5.500 helm secara serentak di beberapa wilayah di Indonesia.

Dikatakan, pembagian helm kepada peserta merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir adanya korban kecelakaan peserta BPJS TK.

“BPJS secara serentak membagikan 5.500 helm di Indonesia kepada para peserta BPJS Tenaga Kerja,” ungkap Anang Rafidi.

Disebutkan juga, untuk wilayah Jawa Barat, pembagian helm meliputi dilaksanakan serentak di tiga wilayah meliputi Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.

Dikatakan di Kota Bekasi jumlah helm yang dibagikan sebanyak 210 helm, Kabupaten Bekasi 150 helm dan 140 helm untuk Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Sekda Kota Bekasi Renu Hendrawati, menyambut baik program promotif preventif Tahun 2019 yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dengan pembagian 210 helm dan safety riding, serta sosialisasi tentang keamanan berkendara.

“Sosialisasi ini menjadi sangat penting untuk bisa mengurangi resiko-resiko dari kecelakaan kerja yang timbul, terutama di jalan raya,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengajak masyarakat semakin berhati-hati mengendarai kendaraan, khususnya sepeda motor di jalan raya.

Kegiatan promotif dan preventif bagi pekerja oleh BPJS tersebut merupakan program lanjutan setelah sebelumnya melalui kegiatan seminar publik yang diikuti oleh perusahaan dan serikat buruh.

Lihat juga...