hut

BPPT Merancang Teknologi Pengolahan Sampah Elektronik

Deputi Bidang Teknologi Industri Energi dan Material (TIEM) BPPT Eniya L. Dewi memberikan keterangan kepada media di acara Indonesia Electronic Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (4/9/2019)- Foto Ant

JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sedang merancang dan mendiskusikan teknologi pengolahan daur ulang sampah elektronik. Upaya tersebut dilakukan bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Upaya tersebut diharapkan dapat merealisasikan upaya mendaur ulang sampah baterai.

“BPPT merencanakan, merancang prosesnya seperti apa, lalu pabriknya yang tepat seperti apa. Kita kolaborasikan dengan KLHK,” kata Deputi Bidang Teknologi Industri Energi dan Material (TIEM) BPPT, Eniya L. Dewi, di acara Indonesia Electronic Motor Show (IEMS) 2019, Rabu (4/9/2019).

Sebelumnya, BPPT disebutnya, juga mendiskusikan penanganan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Pembicaraan dilakukan dalam rapat terbatas Kemenko Kemaritiman.

Diskusi tersebut untuk merespon keberadaan pabrik baterai di Morowali, Sulawesi Tengah , yang telah menghasilkan limbah B3. KLHK, akan segera membuat peraturan tentang pengolahan sampah-sampah elektronik tersebut.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza, mengatakan, pameran IEMS 2019 bertujuan untuk menggungah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan. “Acara ini mempunyai misi untuk mengunggah kesadaran masyarakat bahwa penggunaan kendaraan yang bersifat ramah lingkungan sudah sepatutnya mendapat tempat di masyarakat,” katanya, saat membuka pameran. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!