hut

Budi Daya Udang Vaname di Lampung Selatan Memasuki Masa Panen

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pemilik usaha tambak udang putih atau vaname di Lampung Selatan saat ini mulai panen. Budi daya telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu sebelum kemarau melanda.

Awaludin, Ketua Kelompok pembudidaya udang Karya Mandiri, di Dusun Sukarame, Penobakan, menyebut, saat kemarau tambak udang banyak yang tidak beroperasi. Saat kemarau, kadar garam (salinitas) cukup tinggi.

Hal itu dapat berimbas pada kegagalan budi daya. Saat ini, belasan tambak dengan luasan lahan mencapai puluhan hektare, sudah memasuki tahap pemanenan. Udang vaname, memiliki masa panen dua bulan. Biasa dibudidayakan secara tradisional karena keterbatasan modal. Tambak tradisional, memanfaatkan kincir bagongan dan memanfaatkan air laut.

Proses pemanenan udang vaname usia 65 hari dengan menggunakan jala, Selasa (17/9/2019) – Foto Henk Widi

Petambak tradisional rata-rata memiliki lahan seluas setengah hingga satu hektare. Pada saat panen, Selasa (17/9/2019), salah satu anggota kelompok yang memiliki lahan seluas setengah hectare, menghasilkan 3,5 kuintal udang. “Penanganan yang sempurna dengan pengairan menggunakan pompa dari kanal, membuat pertumbuhan udang bisa dipanen secara normal saat kemarau,” ungkap Awaludin saat ditemui Cendana News, Selasa (17/9/2019).

Usaha tambak udang vaname dikala kemarau, meski terkendala cuaca, memberi keuntungan bagi pelakunya. Musim panen di pertengahan September, dapat dinikmati saat harga perkilogram antara Rp54.000 hingga Rp55.000. Sebelumnya, harga udang vaname hanya dikisaran Rp43.000 hingga Rp45.000, dengan ukuran 100.

Saat kemarau, petambak mengandalkan sumur bor untuk menambah air tawar di kolam agar kadar salinitas menurun. Kemarau dengan kualitas air yang diatur dengan baik, membuat udang vaname minim risiko penyakit berak putih, white spot syndrome (WSS) dan Myo.

Salah satu petambak, Didi Khoidi, yang memiliki lahan seluas setengah hektare menyebut, berhasil memanen 3,5 kuintal udang. Dengan benur atau post larva (PL) 7 hingga PL 11, Dia bisa memanen pada usia 66 hari. Benur dibeli Rp37.000 untuk perseribu benur. “Kami mendapat penyuluhan dari dinas kelautan dan perikanan dalam budidaya udang memanfaatkan kondisi cuaca,” ungkap Didi Khodidi.

Udang ukuran 100, masuk kualitas konsumsi restoran. Sementara size lebih kecil atau dikenal dengan paris, masuk komsumsi pasar tradisional.

Lihat juga...