hut

Cek Kualitas Drainase, Bupati Banjarnegara Masuk Got

Editor: Mahadeva

BANJARNEGARA – Untuk memastikan kualitas drainase beserta pondasinya, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, masuk ke dalam got, Sabtu (28/9/2019).

Bupati mengaku, perlu melakukannya, untuk memastikan kualitas drainase. Hal tersebut berhubungan dengan pembuangan air di dalam kota. “Kalau pembuangan air tidak bagus, nanti saat musim hujan yang sebentar lagi tiba, pasti banjir. Sehingga harus dipastikan perbaikan drainase di wilayah perkotaan ini bagus dan cukup untuk pembuangan volume air dalam jumlah besar,” tutur Bupati Banjarnegara yang biasa disapa Wing Chin tersebut, Sabtu (28/9/2019).

Setelah melihat beberapa saat dari dalam got, Wing Chin naik kembali ke trotoar jalan. Dari pengamatan yang dilakukan, kondisi drainase cukup bagus, luas dan memadai. Dipastikan, drainase kota mampu menampung buangan air hujan dalam kapasitas besar. “Saya berharap, sebelum musim hujan tiba, semua drainase sudah selesai. Pembangunan drainase ini sebagai antisipasi datangnya musim hujan, setelah kemarau yang cukup panjang,” tuturnya.

Bupati juga meminta, sebelum pekerjaan drainase kota diserahkan kepada Pemkab Banjarnegara, terlebih dahulu harus dibersihkan dari sedimen lumpur dan sampah. Sehingga saat penyerahan, kondisi got dan gorong-gorong bersih. “Yang pasti, sebelum pekerjaan diserahterimakan, kami minta gorong-gorong dibersihkan dulu dari semua sedimen lumpur dan sampah, dan tentunya wajah trotoar itu sendiri harus bersih segar. Jika tidak dibersihkan terlebih dulu, tidak akan kami terima,” tegasnya.

Menjelang musim hujan, Pemkab Banjarnegara memang terus berupaya melakukan percepatan pembangunan torotar, Bahkan pengerjaannya dilembur hingga malam dan dini hari. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Banjarnegara, Tatag Rochyadi, menjelaskan, pemkab tengah memperluas pembangunan trotoar. Hal itu untuk memunculkan kesan representatif dan ramah bagi kaum difabel.

Tahun ini, sedang dibangun dan renovasi trotoar di ruas jalan wilayah perkotaan, yaitu berada di Jalan Dipayuda dan Jalan Pemuda. Pembuatan trotoar, diprioritaskan di ruas jalan menuju tempat-tempat pelayanan publik dan fasilitas umum, agar lebih mudah dijangkau penyandang disabilitas. “Kita ingin kaum difabel juga mendapatkan tempat dijalan-jalan di Kota Banjarnegara, karena mereka juga mempunyai hak yang sama,” tuturnya.

Pembangunan trotoar dan drainase perkotaan dianggarkan dari dana APBD sebesar Rp1.857.000.000. Jangka waktu pengerjaan 120 hari. Sampai saat ini, proses pengerjaannya sudah mencapai 70 persen.

Lihat juga...