Dampak Kekeringan, Petani Kacang Tanah di Magepanda Alami Gagal Panen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Kemarau panjang membuat debit mata air di bendungan Liba kecamatan Magepada kabupaten Sikka menurun drastis. Akibatnya, ratusan hektare sawah dibiarkan terlantar karena petani tak mampu membeli solar untuk menghidupkan mesin pompa.

Simon Sangu, petani di desa Magepanda kecamatan Magepanda kabupaten Sikka, NTT yang mengalami kerugian akibat gagal panen kacang tanah. Foto : Ebed de Rosary

Selain itu, kekeringan membuat tanaman kacang tanah milik para petani pun tidak membuahkan hasil maksimal. Petani terpaksa memanennya sebulan sebelum masa panen karena takut kacang tanah akan rusak.

“Para petani sangat kesulitan air untuk mengairi sawah. Banyak sawah yang ditanami kacang tanah dan kacang hijau karena ketiadaan air,” kata Rudolfus Paskalis Dhika, petani desa Reroroja, kecamatan Magepanda, kabupaten Sikka, NTT, Senin (9/9/2019).

Dikatakan Dolfus sapaannya, para petani kacang tanah banyak yang mengalami gagal panen karena kekeringan. Hasil panen kacang tanah dan kacang hijau milik petani di desa Reroroja dan Magepanda pun menurun drastis.

“Hasil panen padi termasuk kacang tanah dan kacang hijau menurun drastis. Bila terpaksa menggunakan mesin pompa air pun, keuntungan yang didapat sangat minim,” sebutnya.

Simon Sangu, petani kacang tanah di desa Magepanda kecamatan Magepanda mengatakan, tanaman kacang tanah miliknya banyak yang kering akibat ketiadaan air dan terkena panas matahari.

“Kami terpaksa cabut sebelum waktu panen normal bulan Oktober nanti. Banyak kacang tanah yang kering dan tidak berisi akibat layu,” katanya.

Usia tanam yang bagus untuk dipanen yakni setelah tiga bulan. Jika panen dilakukan sebelum waktu tersebut, maka ukuran kacang tanahnya pasti lebih kecil dan lembek.

“Petani membeli bibit kacang tanah dan kacang hijau sendiri. Kalau debit air mencukupi kami lebih memilih menanam padi daripada kacang tanah dan kacang hijau,” ujarnya.

Simon juga menyesalkan debit air di bendungan Liba yang menurun drastis. Daya tampung bendungan ini pun terbatas akibat banyaknya pasir dan lumpur di dasar bendungan.

“Kalau di bawah 2017, hasil panen kacang tanah kami sangat memuaskan.

Debit air mencukupi karena curah hujan juga cukup dan debut air di bendungan pun besar hingga bisa mengairi areal persawahan,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah Muhammad Daeng Bakir mengakui, pihaknya belum mendapatkan data dari dinas Pertanian dan dinas Ketahanan Pangan kabupaten Sikka terkait gagal tanam dan kekurangan pangan.

“Sampai sekarang belum ada laporan dari dinas Pertanian dan juga dinas Ketahanan Pangan. Kami tidak tahu kalau ada lahan sawah yang mengalami kekeringan karena belum ada laporan yang masuk ke kami,” kata Daeng Bakir.

Lihat juga...