hut

Dana Stimulan Damandiri, Bantu Warga Kedungkandang Miliki Jamban yang Layak

Editor: Mahadeva

Hadi Sutrisno bersama Istri dan anaknya saat ditemui Cendana News di rumahnya di Desa Kedungkandang, Kota Malang, Senin (16/9/2019) - Foto Agus Nurchaliq

MALANG – Sudah bertahun-tahun, Hadi Sutrisno bersama istri dan dua orang anaknya, tinggal di rumah yang tidak memiliki jamban. Sebelum akhirnya, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) hadir membantu melalui program Jambanisasi.

Bantuan tahap dua memberikan dana stimulan bagi warga tidak mampu di Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, untuk membuat jamban. Hadi, yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan menyebut, selama ini keluarganya tidak membuat jamban karena keterbatasan biaya.  “Selama ini memang tidak ada uang untuk membuat jamban. Jadi kalau anak atau istri mau Buang Air Besar (BAB) terpaksa harus numpang di rumah orang tua biar bisa BAB,” tandasnya, Senin (16/9/2019).

Namun, setelah mendapatkan bantuan berupa dana stimulan dari Damandiri, Dia termotivasi untuk membuat jamban agar rumahnya bisa lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali. “Saya mendapatkan dana stimulan 500 ribu untuk membuat jamban. Jadi dari dana bantuan tersebut saya tambahkan dengan uang pribadi untuk dibelikan bahan material dan keramik. Sedangkan pembuatan jambannya saya kerjakan sendiri, sehingga bisa menghemat dan tidak terpotong untuk biaya ongkos tukang,” jelasnya.

Kondisi jamban dirumah Hadi Sutrisno yang saat ini telah dikeramik. Foto-Agus Nurchaliq

Selain mendapatkan bantuan jamban, Hadi yang merupakan warga RW 03 kelurahan Kedungkandang, juga mendapatkan bantuan dana Rp1,5 juta untuk memperbaiki lantai rumah. Selama ini, lantai rumahnya masih berupa plesteran semen kasar, sehingga perlu diperhalus agar lebih nyaman untuk ditempati.

“Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari yayasan Damandiri, perasaan saya senang dan lebih tenang. Kondisi rumah sekarang sudah jauh lebih enak karena sudah bersih. Dan yang terpenting, sekarang kalau mau BAB tidak perlu lagi numpang ke rumah orangtua,” ungkapnya.

Ketua RW 03, Agus Surahman, menyebut, pihaknya selalu memberikan wawasan sekaligus pengertian kepada para penerima bantuan. Bahwa bantuan pasti tidak bisa seratus persen menutup kebutuhan. Tetapi harus ada kolaborasi, antara swadaya dan pemberdayaan dari masyarakat.

“Alhamdulillah masyarakat bisa memahami dan menyambut bantuan tersebut dengan antusias. Dan Pak Hadi ini salah satu penerima manfaat yang bisa memanfaatkan dana stimulan tersebut dengan maksimal. Dulu yang awalnya dia tidak punya jamban, sekarang jambannya bahkan sudah dikeramik dengan tambahan uang pribadinya sendiri,” tandasnya.

Dengan demikian, bantuan dana stimulus dari Damandiri benar-benar bisa memotivasi masyarakat, untuk memiliki rumah yang lebih bersih, sehat dan nyaman.

Lihat juga...