Dapat Nilai Nol, Bacakades di Banyuwangi Laporkan Panitia ke polisi

Editor: Mahadeva

BANYUWANGI – Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Kaligondo Kecamatan Genteng, Wasito, resmi melaporkan Panitia Desk Pilkades Banyuwangi ke Mapolres setempat.

Pelaporan dilakukan, atas hilangnya lembar jawaban miliknya. Lembar jawab tersebut, adalah untuk tes tulis Calon Kades yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Dia terpaksa membawa persoalan ini ke ranah hukum, karena atas kejadian tersebut dirinya mendapat nilai nol (0) dan tidak lolos seleksi. “Saya melaporkan Pansel Kabupaten, yang intinya tuntutan saya agar ditunjukkan lembar jawaban saya nggak diberikan oleh pansel,” kata Wasito, saat dikonfirmasi Rabu (4/9/2019).

Wasito mengaku sudah beberapa kali menemui pansel, agar menunjukkan bukti fisik sebagai dasar nilai nol (0) yang diperolehnya. Soal tes tertulis yang diberikan saat itu soal pilihan ganda. Sayangnya, pansel cenderung berbelit-belit, dan sampai detik ini tidak juga memenuhi tuntutannya tersebut. “Pansel Kabupaten tetap melanjutkan apa yang sudah sesuai dengan hasil ranking. Secara pribadi, hukum harus ditegakkan. Agar tidak terulang kembali nanti,” tegasnya.

Komarul Huda salah satu pesaing Wasito yang terdegradasi juga menyayangkan kasus hilangnya lembar jawaban sang petahana. Dia memastikan, Wasito hadir saat tes tulis, karena kebetulan mereka berdua duduk bersebelahan.

Menurutnya, usai mengerjakan soal, lembar jawaban pilihan ganda semua peserta diminta oleh panitia. Peserta diminta meletakan hasil ujian di atas meja masing-masing, untuk kemudian diambil oleh panitia. Kebetulan, saat hendak meninggalkan ruangan, dirinya melihat calon lain tengah mencontek jawaban Wasito yang tergeletak di meja.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono saat menanggapi gugatan yang dilayangkan oleh bacakades yang tidak lolos seleksi – Foto: Kusbandono.

Namun anehnya, pada saat pengumuman, Wasito malah mendapatkan nilai nol. “Saya duduk dengan nomer 129, Pak Wasito 130, kita bersebelahan. Malah justru yang nyontek itu dapat nilai, meski juga tidak lolos,” katanya.

Panitia sempat dikonfirmasi terkait nilai nol yang diperoleh Wasito. “Mereka bilang, Wasito hanya menulis nama dan nomer saja, tanpa disertai jawaban tes. Namun, ketika dikonfirmasi lagi jawabannya sudah berubah, bahwa Wasito salah mengisikan nama,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi, Mujiono, menyatakan, siap menghadapi seluruh gugatan yang dilayangkan oleh Bacakades yang tidak lolos seleksi. “Kalau saya lebih baik gitu. Itu lebih baik dibawa ke ranah hukum,” kata Mujiono

Menurut Mujiono, pihaknya sudah memberikan klarifikasi atas hasil tes tulis Bacakades yang tidak lolos seleksi. Jika kemudian mereka masih kurang puas dengan jawaban tersebut, memang sebaiknya menempuh jalur hokum, sebagaimana diatur oleh undang-undang. “Kenapa? Awalnya kan, klarifikasi ya. Nggak apa-apa, kalau klarifikasi. Kalau sudah diklarifikasi kemudian ada salah satu bacakades yang tidak puas, ya harus kita lakukan jalur hukum,” ujarnya.

Sebagai aparatur negara, Mujiono menyebut, pihaknya harus selalu siap untuk menghadapi seluruh gugatan yang dilayangkan masyarakat kepada pemerintah. “Penyelenggara Negara harus siap, apapun yang kita lakukan harus kita hadapi. Itulah tantangan yang kita hadapi,” pungkasnya.

Lihat juga...