hut

Demplot Sapi Yayasan Damandiri Tumbuhkan Kembali Minat Warga Jadi Peternak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Usaha demplot ternak sapi yang digagas Yayasan Damandiri, melalui KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, ternyata tak hanya memberikan dampak positif dari sisi ekonomi semata. Lebih dari itu, salah satu program Desa Cerdas Mandiri Lestari ini terbukti juga mampu menumbuhkan minat warga untuk kembali menggeluti usaha budidaya atau peternakan sapi.

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, dusun Kaliberot, Argomulyo, Rakimin. Foto: Jatmika H Kusmargana

Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, dusun Kaliberot, Argomulyo, Rakimin. Ia menyebut, keberdaan program demplot sapi sejak 1 tahun terakhir dari Yayasan Damandiri yang didirikan Presiden kedua, Jenderal Besar HM Soeharto telah mampu menumbuhkan jumlah peternak di dusunnya.

“Manfaatnya banyak sekali. Salah satunya adalah semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin mengenal dan tertarik untuk menggeluti dunia peternakan,” ungkapnya saat ditemui Cendananews baru-baru ini.

Meski wilayah Argomulyo sangat potensial dikembangkan sebagai kawasan budidaya ternak, Rakimin mengakui minat masyarakat untuk menjadi peternak akhir-akhir ini semakin minim. Hal itu tak lepas karena mayoritas warga desa lebih memilih menjadi buruh atau pekerja dibanding menjadi peternak.

“Dengan adanya demplot ternak dari Yayasan Damandiri, sekarang semakin banyak warga yang mau mengenal dan mau memelihara ternak kembali. Padahal sebelumnya mereka enggan, karena lebih memilih bekerja sebagai tukang bangunan, buruh. Tapi sekarang sudah mulai ada yang mau nyambi memelihara sapi,” katanya.

Walaupun sebagian usaha sambilan, Rakimin menyebut usaha ternak sapi yang dilakukan warga akan mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Pasalnya ternak berupa sapi dapat menjadi tabungan bagi warga jika sewaktu-waktu membutuhkan biaya keperluan sehari-hari.

“Memang usaha ternak itu hasilnya tidak bisa langsung atau instan, melainkan jangka panjang. Istilahnya sebagai tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu jika dibutuhkan,” ungkapnya.

Usaha ternak sapi kelompok ternak Ngudi Rejeki sendiri mulai berjalan sejak akhir tahun 2017 lalu. Sebanyak 15 ekor sapi bantuan Yayasan Damandiri, diberikan melalui KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, untuk dikelola warga dengan sistem bagi hasil.

Sejauh ini usaha ternak yang dikelola warga itu mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sejumlah ternak sapi mulai berkembang biak dan beranak pinak. Terakhir bahkan tercatat sudah ada sebanyak 6 ekor sapi yang bunting serta melahirkan.

Lihat juga...