hut

Digawangi Anak Muda, Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Siap Sejahterakan Anggota

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Keberadaan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Anak-anak muda yang menggawangi koperasi binaan Yayasan Damandiri ini membawa semangat gotong-royong dan pemberdayaan, sesuai dengan ruh koperasi sebagai saka guru perekonomian bangsa.

Pada era kepemimpinan Soeharto, koperasi mampu mensejahterakan masyarakat. Hal inilah yang ingin kembali dibangun oleh Yayasan Damandiri. Dengan merekrut anak-anak muda sebagai pioner koperasi, diharapkan semangat anak-anak muda ini, mampu mendongkrak peran koperasi di tengah masyarakat.

Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat, saat menjumpai Cendana News, Jumat (27/9/2019) – Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita kedepankan asas gotong-royong dan banyak sekali manfaat yang diperoleh dari anggota koperasi. Antara lain, mereka mendapatkan fasilitas dari koperasi untuk pemasaran produk-produk, mendapatkan fasilitas simpan-pinjam hingga memperoleh Simpanan Hasil Usaha (SHU),” terang Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat, Jumat (27/9/2019).

Mensejahterakan anggota, bukan lagi hanya sebagai slogan, tetapi benar-benar dilakukan oleh koperasi yang baru berbadan hukum resmi bulan Juli 2019 ini.

Sebab, secara periodik koperasi juga mengontrol atau melakukan pendataan terhadap anggota yang masih masuk dalam kategori kelompok keluarga pra-sejahtrera dan mengupayakan bantuan untuk meningkatkan ekonomi mereka.

“Ada beberapa program Yayasan Damandiri yang disalurkan melalui koperasi kita, seperti program bantuan lantainisasi, beasiswa, pelatihan guru PAUD dan lainnya. Sehingga kita bisa merekomendasikan anggota koperasi yang masih termasuk kategori pra-sejahtera, supaya bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kata Riyan.

Terkait kepengurusan koperasi yang terdiri dari anak-anak muda, Riyan menjelaskan, sejak awal dibentuk sudah melalui survei dan pihak yayasan menghendaki pengurus koperasi dari kalangan anak-anak muda, supaya lebih enerjik dan visioner.

Riyan sendiri baru berusia 27 tahun dan ia sudah didaulat untuk memimpin koperasi. Pengurus lainnya, rata-rata usianya 27-28 tahun.

Meskipun belum memiliki kantor sendiri dan masih meminjam salah satu ruangan di Balai Desa Cilongok, hal tersebut tak menyurutkan semangat  anak-anak muda ini.

Saat ini, keanggotaan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri sudah mencapai 70 orang. Kegiatan koperasi fokus ke sektor riil, yaitu persiapan pengolahan tepung tapioka dan gula kelapa yang pabriknya sedang dalam proses pembangunan di Desa Cilongok.

Anak-anak muda pengurus koperasi ini, nantinya akan mengemban tanggung jawab besar, yaitu mengelola pabrik gula kelapa dan tapioka serta demplot tanaman cabai dan melon, yang dipadukan dengan peternakan ayam serta budidaya lele.

“Kita menyebutnya dapur komunal, karena pada lahan seluas 1,7 hektare ini, terdapat banyak jenis usaha, dua buah pabrik serta demplot. Untuk demplot masih dalam proses pembahasan kita dengan pihak Yayasan Damandiri, rencananya demplot akan dibuat seluas 1,2 hektare dan sisanya yang 0,5 hektare untuk bangunan pabrik,” pungkasnya.

Lihat juga...