hut

Dirut PTPN III Dolly Pulungan Ditahan KPK

Dirut PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan (rompi jingga) usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/9/2019) - Foto Ant

JAKARTA – KPK menahan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), Dolly Pulungan, Rabu (4/9/2019). Dolly telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap distribusi gula di PTPN III. 

“Ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Timur,” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (4/9/2019).

Usai diperiksa, Pulungan mengaku akan mematuhi proses hukum di KPK. “Kami patuh hukum. Kami patuh hukum ya,” kata dia sebelum memasuki mobil tahanan KPK.

Sebelumnya, Pulungan terlebih dahulu menyerahkan diri ke Gedung KPK pada Rabu (4/9/2019) dini hari. Dengan demikian, terdapat satu tersangka lagi, yang belum menyerahkan diri ke KPK. Yaitu, pemilik PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi.

KPK telah menetapkan tiga tersangka, dalam kasus tersebut. Sebagai pemberi Nyotosetiadi. Sedangkan sebagai penerima, yakni Pulungan dan Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana, yang telah ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan Cabang KPK di Polisi Militer Kodam Jaya Guntur, jakarta.

Dalam konstruksi perkara dijelaskan, Nyotosetiadi, adalah pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain, yang bergerak di bidang distribusi gula. Pada awal 2019, perusahaan milik Nyotosetiadi ditunjuk menjadi pihak swasta, dalam skema long term contract dengan PTPN III. Dalam kontrak itu, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak.

“Di PTPN III, terdapat aturan internal mengenai kajian penetapan harga gula bulanan. Pada penetapan harga gula tersebut harga gula disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, pengusaha gula (Nyotosetiadi), dan ASB selaku ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI),” ucap Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif. (Ant)

Lihat juga...