hut

Diselumuti Asap, Jarak Pandang di Jalan Lintas Timur Bangka Hanya Tiga Meter

Ilustrasi - Sejumlah pengendara menembus kabut asap - Foto Antara

PANGKALPINANG – Jarak pandang di kawasan Jalan Lintas Timur Kabupaten Bangka, Rabu (11/9/2019), hanya di kisaran tiga hingga lima meter. Kondisi tersebut akibat kabut asap tebal yang terjadi di daerah tersebut karena dampak kebakaran hutan.

“Asap tebal kebakaran hutan tersebut sudah mengganggu lalu lintas di Jalan Lintas Timur,” kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa, Rabu (11/9/2019).

Selain mengganggu arus lalu lintas, asap tebal dampak kebakaran juga berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan, ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Bangka. Khususnya wisata pantai di sepanjang Jalan Lintas Timur. “Kami mengimbau masyarakat yang melintas di Jalan Lintas Timur untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraannya, untuk mencegah kecelakaan karena jarak pandang yang terbatas tersebut,” tandasnya.

Jumlah pengunjung objek wisata pantai di sepanjang Jalan Lintas Timur mengalami penurunan, karena wisatawan tidak bisa menikmati keindahan pantai. Selain itu, wisatawan enggan berkunjung karena asap bisa menimbulkan berbagai penyakit pernafasan, seperti ispa, sesak nafas. Dengan kondisi tersebut, diharapkannya, masyarakat tidak membakar lahan, membuang puntung rokok sembarang, selama musim kemarau.

Hal itu, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. “Kebakaran hutan seluas 17 hektare di kawasan Lintas Timur ini diduga disebabkan oleh oknum masyarakat yang membakar lahan perkebunan, pada akhirnya api menyebar ke kawasan hutan yang sudah mengering akibat cuaca panas yang cukup ekstrim,” tandasnya.

Sementara itu, tim Satuan Tugas Kekeringan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membagikan 1.000 masker, kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan seluas 17 hektare di Kawasan Lintas Timur Kabupaten Bangka pada Rabu (11/9/2019) dini hari. “Kita sudah membagikan 1.000 masker kepada masyarakat, guna mengantisipasi berbagai penyakit yang disebabkan asap kebakaran hutan tersebut,” kata Mikron yang Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Kepulauan Babel.

Masker yang dibagikan merupakan bantuan dari RSUD Soekarno. Tidak hanya dibagikan kepada Satgas Kekeringan yang memadamkan api, tetapi juga dibagikan kepada para pengendara yang nekat melintas di jalan yang menjadi area karhutla tersebut. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!