hut

Diterjang Badai Humberto, Banyak Wilayah Bermuda Mati Lampu

HAMILTON, BERMUDA — Badai Humberto memadamkan listrik di Bermuda pada Rabu malam (18/9), sehingga separuh kepulauan Atlantik tersebut tenggelam dalam kegelapan, saat topan itu menerjang wilayah Inggris tersebut dengan angin kencang dan hujan.

Angin yang dibawa badai itu diperkirakan menerjang Bermuda pada Rabu malam, kata US National Hurricane Center, yang berpusat di Miami, walaupun inti Humberto diperkirakan melewati bagian barat-laut dan utara kepulauan tersebut.

Lebih dari 27.000 rumah dan tempat usaha telah kehilangan listrik saat malam tiba, kata perusahana listrik Belco. Penerbangan dibatalkan dan sebagian warga di Ibu Kota Bermuda, Hamilton, menutupi jendela dengan papan kayu serta lapisan logam.

Para pejabat Bermuda memperingatkan warga agar menjauhi jalanan dan bersiap menghadapi kemungkinan angin puting beliung saat badai itu bergerak dengan cepat dan kondisi udara memburuk.

James Dodgson, Direktur Layanan Cuaca Bermuda, mengatakan kondisi sudah memburuk dan angin dapat mencapai kekuatan badai.

“Saya bahkan tak bisa mengesampingkan beberapa tornado terpisah … Kami menghadapi situasi yang sangat serius sebab kami menghadapi badai yang sangat besar yang bergerak ke arah utara kami,” kata Dodgson dalam satu taklimat.

Pada Rabu, mata topan berada di sebelah barat kepulauan itu, yang berada sekitar 650 mil (1.050 kilometer) di sebelah timur Amerika Serikat.

Topan tersebut membawa angin dengan kecepatan 120 mil per jam (193 kph) dan bertambah cepat selama siang hari, dan bergerak dengan kecepatan 20 mph (31 kph). Humbertor adalah Badai Kategori 3 di skala badai lima-tingkat Saffir-Simpson, kata NHC.

Koordinator Bencana Nasional Bermuda Steve Cosham memperingatkan badai itu dapat menumbangkan pohon dan memutus kabel listrik, sementara tornadonya dapat merusak gedung.

Warga yang bernama Saivo Goater memasang papan di seluruh pintu kaca geser di tempat tinggalnya, yang berlantai dua. Ia mengenang badai pada 2014 –yang mencabik beberapa bagian atap rumahnya.

“Saya tidak mau melalui itu lagi,” kata Goater, sebagaimana dilaporkan Reuters –yang dipantau di Jakarta, Kamis. “Lebih baik aman daripada menyesal.”

Para pejabat menghentikan layanan feri pemerintah dan menutup jalan utama menuju bandar udara pada Rabu malam. Mereka juga membuka tempat penampungan di satu gedung sekolah menengah dengan ruang buat 100 orang.

Sekolah ditutup dan ambulans disiagakan, kata seorang saksi mata.

Musim badai Atlantik telah meningkat dalam beberapa pekan belakangan.

Kepulauan Bahama masih menghadapi kehancuran akibat Badai Dorian, dan sisa Depresi Tropis Imelda telah bergerak memasuki daratan di seluruh Pantai Teluk Texas dan Louisiana Tenggara saat badai itu melemah, tapi membawa peringatakan mengenai banjir bandang dan hujan lebat. [Ant]

Lihat juga...