hut

DKI Jakarta Juara Umum Parade Musik Daerah ke-8 di TMII

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Timblang Ajeng mengantarkan Provinsi DKI Jakarta meraih juara umum Parade Musik Daerah ke-8 2019 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Gunarto, tim juri mengatakan, penampilan 12 peserta memiliki keistimewaan tersendiri dan sangat memukau. Namun tentu tim juri harus memilih yang terbaik dalam parade ini.

“Penyaji terbaik atau juara umum adalah DKI Jakarta, berhak mendapat piala dari TMII dan uang pembinaan dari Direktur Utama TMII sebesar Rp15 juta,” kata Gunarto di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

DKI Jakarta memperoleh empat penghargaan, yaitu penata musik unggulan, penataan musik terbaik, penyaji unggulan, dan penyaji terbaik atau juara umum.

Kepala UPT Anjungan DKI Jakarta dan Graha Wisata TMII, Fadlan Zuhran (kaus hitam) menerima hadiah juara umum Parade Musik Daerah 8 di TMII, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Foto: Sri Sugiarti

“Sangat bangga, karena parade tari daerah ke-38, kami juga meraih juara umum. Alhamdulillah parade musik daerah ini juga menjadi yang terbaik. Jadi tahun ini kami meraih dua juara umum di event nasional TMII,” kata Kepala UPT Anjungan DKI Jakarta dan Graha Wisata TMII, Fadlan Zuhran, kepada Cendana News, ditemui usai acara.

Dalam parade ini, DKI Jakarta berusaha menampilkan yang terbaik dengan mengangkat musik tradisi yang ada sebelum kemerdekaan.

“Jadi musik tradisi yang kami sajikan ini sangat antik jarang didengar, yaitu Timblang Ajeng,” ujar Fadlan.

Dalam kreasi musik yang disajikan pada parade ini, dia selalu mengingatkan agar tim kesenian provinsi DKI Jakarta menampilkannya dengan sungguh-sungguh.

“Jangan setengah-setengah, tunjukkan pada masyarakat. Inilah musik Betawi bisa dinikmati semua orang. Itu target, soal menang nomor dua. Tapi alhamdulillah semua kategori kami boyong,” tukasnya.

Kepala UPT Anjungan DKI Jakarta dan Graha Wisata TMII, Fadlan Zuhran (kaus hitam) berfoto dengan tim kesenian sesaat setelah menerima hadiah juara umum Parade Musik Daerah 8 di TMII, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Foto: Sri Sugiarti

Timblang Ajeng yang dikemas apik oleh penata musik Tirta Prawita, ini mengisahkanTimblang merupakan pola tabuhan dalam gamelan, Ajeng yang dimainkan secara bersamaan. Ajeng juga merupakan nama gamelan yang ada dalam rumpun musik rakyat Betawi.

Dalam pertunjukkan rakyat Betawi, gamelan ajeng dianggap sesuatu yang sakral atau suci. Gamelan Ajeng dipentaskan secara tunggal sebagai sebuah pertunjukan, pengiring wayang kulit Betawi dan wayang orang Betawi.

Gamelan Ajeng memiliki instrumen pola tabuhan dan gaya tabuhan yang berbeda dengan musik Betawi lainnya. “Yang menjadi ciri khas, yaitu dimulai dari tabuhan bende dan adanya instrumen terompet, serta gaya tabuhan serupa cara balen,” jelas Fadlan.

Menurutnya, gamelan Ajeng saat ini sudah jarang ditemukan, bahkan sudah tidak terdengar eksistensi atau keberadaannya di dalam perkembangan musik Betawi.

Dengan merekonstruksi dan menginovasi gamelan Ajeng menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan eksistensi dan menumbuhkan regenerasi dalam perkembangan khazanah musik daerah di Indonesia.

Menurutnya, TMII sebagai wadah budaya bangsa sangat membantu dalam pelestarian ragam seni budaya Betawi.

Dia juga berharap untuk parade seni ke depan agar TMII lebih besar lagi memberikan hadiah. Sehingga sanggar-sanggar tertarik berkreasi dalam berkesenian sebagai upaya pengembangan dan pelestarian budaya bangsa.

“Semoga musik Betawi lebih lestari lagi di masa depan,” tutupnya.

Lihat juga...