hut

Edukasi FAS untuk Selamatkan Anak Bangsa

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Untuk menyelamatkan anak bangsa, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur membentuk Forum Anak Sikka. Lembaga tersebut dibentuk untuk membantu mengedukasi anak-anak, menghadapi risiko globalisasi dan digitalisasi.

Johanis Almendo Darmapan,ketua Forum Anak Sikka (FAS)masa bakti 2019-2021.Foto : Ebed de Rosary

“Anak-anak Sikka mulai menuju ke kehancuran, tetapi sejak adanya Forum Anak Sikka, kami merangkul anak-anak dan berorganisasi agar mengambil peran dalam membangun Sikka ke depannya,” ungkap Johanis Almendo Darmapan, Ketua Forum Anak Sikka (FAS), Jumat (6/9/2019).

Ketua FAS periode 2019-2021 tersebut mengatakan, kali ini edukasi yang diberikan mengenai dampak negatif seks bebas dan gaya hidup. Ancaman kedua hal tersebut sangat nyata bagi anak-anak remaja di kabupaten Sikka. “Kondisi saat ini sangat memprihatinkan, sehingga kami gencar melakukan sosialisasi di kalangan anak-anak mengenai dampak negatif seks bebas dan perilaku hidup yang negatif seperti mabuk-mabukan,” tandasnya.

Almendo berharap, pemerintah lebih mengambil peran untuk membantu FAS. Termasuk membantu dengan penyediaan berbagai fasilitas, karena tanpa hal tersebut kehebatan anak Sikka akan sia-sia. Sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton atau budak di negeri-nya  sendiri.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan, perlindungan perempuan dan anak, telah dilakukan Pemkab Sikka dengan mengeluarkan Perda No.12/2012, tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Kemudian ada Perda No.7/2016, tentang Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang. “Secara khusus. untuk mewujudkan Sikka sebagai Kabupaten Layak Anak, kami telah mengeluarkan kebijakkan yakni Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2015, tentang Kabupaten Layak Anak,” tandasnya.

Lihat juga...