hut

Eksaminasi Dorong Putusan Peradilan Lebih Berkualitas

Editor: Koko Triarko

JAKARTA — Komisioner Komisi Yudisial (KY), Sumartoyo, mendorong para hakim untuk meningkatkan kapasitasnya agar terwujud peradilan bersih. Hal itu disebabkan KY tidak hanya melakukan pengawasan terhadap perilaku hakim yang kasat mata, namun lebih pada penekanan soft skill para hakim, termasuk dalam proses yudisialnya.

“Pengawasan yang efektif dalam kekuasaan kehakiman akan mendorong terwujudnya produk putusan yang lebih berkualitas, dengan adanya eksaminasi atau pemeriksaan terhadap putusan hakim,” kata Sumartoyo, saat menjadi narasumber dalam Diskusi Eksaminasi Putusan dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Hakim untuk Mewujudkan Peradilan Bersih, di Auditorium KY, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menurut Sumartoyo, pengawasan bersama KY dan Mahkamah Agung (MA), merupakan model kemitraan dalam upaya mendorong peningkatan kompetensi hakim dan kualitas putusan. Sehingga hal itu bukan pada rekomendasi sanksi, tetapi juga mendorong terwujudnya peradilan yang lebih bersih dan berwibawa.

“Independensi dan akuntabilitas yang merupakan pasangan tetap, sebagaimana halnya dua sisi keping mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Independensi kekuasaan kehakiman tidaklah relevan untuk didikotomikan dengan keharusan adanya pengawasan, baik yang diselenggarakan oleh internal lembaganya sendiri atau pun oleh lembaga negara lainnya,” jelasnya.

Pengawasan dalam kemitraan KY dan MA, lanjut Sumartoyo, diperlukan guna mendorong terwujudnya putusan peradilan di Indonesia yang lebih berkualitas. Karena itu, KY melakukan eksaminasi atau pemeriksaan terhadap putusan hakim, karena ruh hakim ada di putusan. Eksaminasi dilakukan terhadap putusan hakim yang berkuatan hukum tetap.

“Kami lakukan eksaminasi untuk menjadi masukan bagi MA saat ada upaya hukum. Tidak ke luar, dan bukan untuk dipublikasikan, karena kami punya metode sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, hadir pula narasumber lainnya, yaitu Sunarto (Wakil Ketua MA RI Bidang Yudisial), Johanes Gunawan (Guru Besar Universitas Parahyangan), M. Busyro Muqoddas (mantan Ketua KY dan KPK), dengan Shidarta (Dosen Binus) sebagai moderator.

Diskusi ini dihadiri oleh stakeholders KY,seperti perwakilan dari MA, MK, Kementerian Hukum dan HAM, media massa, dan lain-lain dalam diskusi tersebut.

Lihat juga...