Enam Tersangka Korupsi Taman Raja Batu Ditahan Kejati Sumut

MEDAN  – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara hingga kini menahan enam tersangka kasus korupsi pembangunan proyek Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Kabupaten Mandailing Natal merugikan keuangan negara senilai Rp2.830.270.000 Tahun 2016-2017.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, ketika dikonfirmasi di Medan, Rabu membenarkan penahanan terhadap enam tersangka kasus korupsi di Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Mandailing Natal.

Keenam tersangka itu, menurut dia, yakni SD (46) Plt Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Mandailing Natal, NS (45) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas dan Tata Ruang Kabupaten Mandaling Natal, dan LS (48) PPK Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Mandailing Natal.

“Ketiga tersangka itu ditahan pada hari Rabu (11/9) sekira pukul 15.00 WIB, dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan,” ujar Sumanggar.

Ia mengatakan, sebelumnya dalam kasus korupsi itu, Kejati Sumut juga menetapkan tiga tersangka pejabat di Dinas Perkim Kabupaten Mandailing Natal.

Ketiga tersangkaa itu, yakni RL, Plt Kadis Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Mandailing Natal, beserta EJ dan KA, keduanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Perkim Kabupaten Mandailing Natal.

“Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan, sejak Juli 2019,” ucap dia.

Lihat juga...