hut

Festival Bregada DIY, Lestarikan Seni Keprajuritan Rakyat

YOGYAKARTA — Sebanyak 36 kontingen bregada atau seni keprajuritan dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memeriahkan Festival Bregada Rakyat 2019 pada Minggu, yang digelar dalam bentuk kirab menyusuri jalan di kawasan Panggung Krapyak hingga Alun-alun Selatan, Yogyakarta.

Puluhan kontingen bregada berkumpul di lapangan Patmasuri dan mulai bergerak pada pukul 13.00 WIB. Warga Yogyakarta dan wisatawan tampak antusias memenuhi tepi jalan sepanjang rute yang dilalui peserta kirab.

“Gelaran Festival Bregada ini memiliki multidimensi. Pertama sebagai bentuk pelestarian budaya khususnya seni keprajuritan rakyat,” kata Ketua Panita Festival Bregada Rakyat Widihasto Wasana Putra.

Kedua, lanjut Widihasto, gelaran festival itu juga mengajak masyarakat menghayati keberadan sumbu filosofi yang membentang mulai Panggung Krapyak hingga Keraton Ngayogyakarta yang menjadi rute penyelenggaraan festival.

Sebanyak 36 kontingen bregada itu dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas pihak Keraton Yogyakarta yang diwakili GBPH Yudhaningrat, Kadipaten Pakualaman KPH Indrokusumo, perwakilan dari Dinas Kebudayaan DIY. Mereka dinilai dari aspek tata berjalan, tata busana, serta keselarasan musik.

Kirab festival itu menyusuri jalan mulai Lapangan Patmasuri-Panggung Krapyak-Plengkung Gading, dan berakhir di Alun-Alun Selatan Yogyakarta. “Tidak kalah penting acara ini juga menjadi upaya untuk merajut kekompakan dan kebersamaan di antara masyarakat,” kata dia.

Sejumlah kelompok bregada yang ikut meramaikan kirab di antaranya “Winata Manggala” dari Ngewotan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Wirobayan (Jeblog Tirtonirmolo Kasihan), Saptaraga (Gatak Tamantirto Kasihan), Pesanggrahan (Sanggrahan Banyuraden Gamping), Sorowojo (Sorowajan Panggungharjo Sewon), serta Paku Drajad (Wedomartani Sleman).

Seorang warga Krapyak Yogyakarta, Madi (60) mengapresiasi digelarnya acara itu. Ia yang mengaku baru kali pertama menyaksikan festival itu berharap acara serupa bisa terus digelar pada tahun-tahun yang akan datang.

Ia menilai acara itu penting untuk mengedukasi generasi muda, khususnya ihwal keberadaan kelompok bregada sebagai salah satu aset budaya yang dimiliki Yogyakarta. “Acara seperti ini penting untuk anak muda zaman sekarang,” kata dia yang ikut berjejalan di antara warga yang menonton kirab itu. (Ant)

Lihat juga...