hut

Geplak, Kue Tradisi yang Kini Jarang Ditemukan di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kue Geplak, salah satu kue khas Betawi mulai jarang ditemukan di tempat-tempat penjual kue khas Betawi di Bekasi. Kue Geplak menjadi salah satu bagian penting sebagai kue hantaran pengantin dalam tradisi adat pernikahan disamping dodol Betawi.

“Kue ini termasuk pelengkap dalam hantaran pernikahan orang Betawi, selain dodol dan roti buaya,” ujar Santi, salah satu pembuat Kue Geplak warga RW 06 Jatibening Baru, Pondok Gede, Kota Bekasi Jawa Barat, Sabtu (7/9/2019).

Santi, pembuat Kue Geplak, warga Jatibening Baru, Kota Bekasi, saat ditemui Cendana News, Sabtu (7/9/2019) – Foto: Muhammad Amin

Kue Geplak dengan warna dominan putih kecoklatan tersebut terbuat dari beras ketan kemudian digiling hingga menjadi tepung lalu disangrai. Setelah itu, dicampurkan kelapa parut yang juga sudah disangrai.

“Disangrai, ketan kasih kelapa, gula dicairkan, dan dimasukkan. Proses pembuatan diperlukan ketelitian dalam adonan agar menghasilkan tekstur dan rasa maksimal serta tidak gampang buyar,” ujarnya.

Menurutnya, pembuatan kue geplak memakan waktu dan repot karena saat kondisi panas harus diaduk dengan tangan. Kemudian dimasukkan ke dalam cetakan khusus untuk diratakan dengan cara dipadatkan masih menggunakan tangan.

“Mungkin itu sejarah nama Geplak sendiri, proses pemadatan dalam cetakan khusus dengan tangan lalu di-geplak-geplak supaya padat,” paparnya menyebut asal nama Geplak itu sendiri.

Menurutnya, Kue Geplak memiliki ketahanan untuk disimpan tiga sampai tujuh hari. Tapi berbeda, jika disimpan ke kulkas akan lebih bertahan lama dan tekstur rasanya pun semakin keluar.

Dikatakan Kue Geplak disajikan dalam bentuk irisan, kue tersebut lebih terasa jika dinikmati dengan kopi yang tidak menggunakan gula sebagai pemanis kopi.

“Saat ini Kue Geplak hanya bisa dipesan di tempat tertentu, untuk acara tertentu, biasanya juga untuk hantaran pernikahan. Itu pun biasanya dibawa oleh pengantin pria ke tempat calon istri. Atau kegiatan kuliner khusus dalam mengenalkan kuliner tempo dulu,” jelas Santi.

Untuk harga sendiri, tandasnya, disesuaikan dengan ukuran pesanan. Biasanya dijual satu adonan sedang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Banyak pesanan kue geplak ke perkampungan di Kota Bekasi agar menghasilkan cita rasa khas Betawi.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!