hut

Gerakan Sekolah Menyenangkan, Kikis Kesenjangan Antar-Sekolah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA — Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dinilai terbukti menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas guru serta ekosistem pendidikan di sekolah-sekolah pinggiran.

Tak hanya itu, GSM yang mengkolaborasikan praktik pendidikan global dengan potensi lokal ini juga dinilai mampu mengikis kesenjangan antar sekolah selama ini.

“Banyak anak Indonesia tidak punya kesempatan untuk bisa bersekolah ke luar negeri. Pendidikan berkualitas seolah-olah hanya boleh untuk orang kaya saja. Sementara sekolah marginal, dan sekolah-sekolah negeri tidak pernah dipandang. Hal semacam ini tidak boleh ada lagi. Apalagi di era internet dan keterbukaan akses informasi seperti saat ini,” ujar Pendiri GSM, Muhammad Nur Rizal, Jumat (20/9/2019).

Rizal mengatakan melalui GSM pihaknya berupaya mengajak semua sekolah khususnya sekolah-sekolah pinggiran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. Mulai dari meningkatkan kualitas guru, menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, hingga bagaimana siswa itu dididik sesuai minat dan bakat masing-masing.

“Gerakan ini merupakan gerakan akar rumput. Dimulai dari sekolah-sekolah pinggiran yang selama ini kerap tidak dianggap oleh pemerintah dan orang tua. Tujuannya adalah untuk menghilangkan sekolah favorit maupun sekolah tidak favorit. Dimana anak tidak diajari atau diberikan ilmu pengetahuan, tapi bagaimana memanfaatan pengetahuan itu sehingga bisa bernilai dan bermanfaat untuk dirinya serta masyarakat,” ujarnya di SMPN 2 Sleman.

Digagas pertama kali oleh Prof Muhammad Rizal dan Novi Poespita Candra pada September 2013, GSM menerapkan prinsip kolaborasi dan kerjasama antar semua sekolah.

Platform GSM yang menghilangkan kompetisi atau persaingan antar sekolah saat ini telah menyebar ke berbagai area di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Semarang, Tebuireng, Tangerang, hingga beberapa kota di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

Di Sleman sendiri terdapat 48 sekolah yang sudah menyebarkan imbasnya kepada lebih dari ratusan sekolah.

Pengaruh positif GSM yang tersebar di level akar rumput bahkan mampu menarik perhatian Kementerian Pendidikan Victoria, Australia. Dibuktikan dengan kedatangan langsung Menteri Pendidikan Victoria, James Merlino, ke salah satu sekolah yang menjalankan GSM yakni SMP Negeri 2 Sleman.

Ia bahkan tak menampik adanya kemungkinan kolaborasi antara kedua pihak untuk menerapkan framework dan metodologi pendidikan yang diterapkan GSM.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com