hut

Gubernur Optimis Serapan APBD DKI 2019, Maksimal

Editor: Koko Triarko

JAKARTA –  Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2019, hingga pertengahan September ini baru mencapai 47,6 persen. Mengutip situs publik.bapedadki.net anggaran belanja tepatnya baru terserap Rp38,56 triliun, dari Rp80,90 triliun APBD DKI 2019. Penyerapan tersebut dibagi menjadi belanja langsung dan belanja tidak langsung.

Rinciannya untuk tingkat penyerapan belanja langsung baru 39,49 persen atau Rp18,32 triliun, dari alokasi sebesar Rp46,39 triliun. Isinya merupakan belanja barang dan jasa.

Sementara penyerapan belanja tidak langsung baru 58,65 persen, yang terdiri dari belanja pegawai, hibah, subsidi, bantuan sosial, dan lainnya. Nilai penyerapannya baru Rp20,2 triliun dari Rp34,5 triliun.

Dari semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD), tingkat penyerapan anggaran yang paling rendah, yakni Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman. Dari alokasi anggaran Rp2,46 triliun, anggaran yang diserap baru Rp340,8 miliar atau 13,8 persen.

Kemudian, penyerapan anggaran Dinas Bina Marga menempati posisi ke dua terendah. Anggaran yang diserap Rp823,7 miliar dari alokasi anggaran Rp3,81 triliun. Persentasenya 21,5 persen.

Di posisi ke tiga terendah, yakni Dinas Sumber Daya Air. Dari alokasi anggaran Rp3,86 triliun, anggaran yang diserap baru Rp1 triliun atau 26,2 persen.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku tetap optimis serapan APBD DKI 2019 akan maksimal. Namun demikian, dia tidak merinci seperti apa serapan APBD yang maksimal tersebut.

“Kalau dibandingkan dengan proyeksinya, kita masih sama dengan rencananya. Jadi, jangan dibandingkan dengan imajinasi,” kata Anies di Balai Kota, Senin (16/9/2019).

Dia meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan imajinasi terkait serapan APBD DKI. Sebab, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sedang menggenjot kinerja, agar hingga akhir tahun nanti semua program kerja selesai dikerjakan.

“Anda bikin imajinasi terus Anda bayangkan dengan kenyataan, ya enggak jadi. Imajinasi Anda, misal 80 persen, sekarang dianggap rendah,” tuturnya.

Dia optimis jika serapan APBD DKI akan tetap maksimal. Namun, dia tak menyebutkan target angka yang dipatok pihaknya dalam penyerapan anggaran tersebut.

“Kalau dibandingkan dengan proyeksinya, kita masih sama, dengan rencananya. Jadi, jangan dibandingkan dengan imajinasi,” tutupnya.

Lihat juga...