Hari Aksara, 2.300 Siswa di Jambi Ikuti Lomba Menulis

JAMBI — Sebanyak 2.300 siswa di Provinsi Jambi mengikuti lomba menulis kreatif anak dan literasi yang dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Jambi dalam rangka memperingati Hari Aksara dan mendukung gerakan literasi nasional.

“Perlombaan ini dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten dan kota di Jambi, dari Kabupaten Kerinci hingga Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” kata Kepala Kantor Bahasa Jambi Syaiful di Jambi, Jumat (6/9/2019).

Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 8 September 2019 pihaknya tidak melakukan peringatan Hari Aksara Internasional secara khusus, namun dilakukan dalam bentuk perlombaan dan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak dua bulan terakhir seperti lomba menulis kreatif.

Lomba menulis kreatif itu, katanya, dilaksanakan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Siswa yang mengikuti lomba tersebut cukup antusias. Di setiap kabupaten terdapat 100 hingga 120 siswa yang menjadi peserta lomba,” katanya.

Ia menambahkan di Kabupaten Batanghari terdapat 100 orang peserta, Kabupaten Sarolangun terdapat 100 orang peserta, kemudian jumlah peserta dalam jumlah hampir sama juga terjadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur hingga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Untuk Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi lombanya akan dilaksanakan pada akhir September ini,” katanya.

Menurut dia secara keseluruhan terdapat 1.800 siswa yang mengikuti lomba menulis kreatif dan 500 siswa mengikuti lomba literasi. Untuk lomba literasi tersebut, pihak panitia masih merahasiakan metode lomba, bisa saja meringkas cerita, mengonversi cerita atau mereferensi cerita.

Sementara itu, saat kedatangan Dr Uli Kozok –seorang peneliti bahasa, budaya dan sastra batak ke Indonesia — pada beberapa waktu yang lalu, turut diundang ke Provinsi Jambi untuk melakukan pertemuan dengan tema pelestarian naskah-naskah kuno yang ada di Provinsi Jambi untuk menjadi warisan dunia.

“Iya, pada tanggal 25 dan 26 Agustus lalu kita turut memperingati Hari Aksara Internasional sembari memanfaatkan momen kedatangan Uli Kozok ke Indonesia,” demikian Syaiful. (Ant)

Lihat juga...