hut

Hasil Revisi Pergub Perluasan Ganjil-Genap Diumumkan Besok

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, sudah menandatangani revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem atau yang mengatur perluasan penerapan ganjil genap.

“Hari Jumat (6 September) kemarin Pergubnya ditandatangani, sebetulnya lebih tepat revisi Pergub,” ujar Anies di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2019).

Dia menginginkan, pemberlakuan aturan ganjil genap baru diharapkan bisa makin menekan penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan penggunaan transportasi umum.

“Kami harap bahwa ini dipandang sebagai kebijakan antara, karena kebijakan besar kami adalah lebih banyak menggunakan kendaraan umum,” ujarnya.

Salah satu yang dikecualikan dalam aturan tersebut adalah penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas mendapat tanda khusus untuk kendaraannya.

Hal tersebut tertulis di Pasal 4 ayat 1 huruf a Pergub Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap. Pengajuan tanda khusus bisa diberikan kepada Kepala Dishub DKI Jakarta.

“Terhadap kendaraan bertanda khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf a, harus diajukan permohonan kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk mendapatkan rekomendasi dan tanda khusus,” tulis Pergub dalam Pasal 4 ayat 2.

Revisi aturan ganjil genap salah satunya mengatur tentang perluasan rekayasa lalu lintas tersebut. Setelah diperluas, kebijakan ganjil genap diterapkan selama pukul 06.00 – 10.00 WIB dan 16.00 WIB – 21.00 WIB setiap hari kecuali hari libur nasional. Ganjil genap diimplementasikan pada 25 ruas jalan ibu kota.

Uji coba pemberlakuan ganjil genap yang baru sudah dimulai sejak 12 Agustus-6 September 2019. Penerapan resminya sendiri dijadwalkan pada 9 September 2019 atau pekan depan.

Revisi itu berupa penambahan pasal. Namun, dia mengaku belum bisa menjelaskan lebih detil ihwal pasal apa saja yang ditambah dalam Pergub Nomor 155 Tahun 2018.

“Tinggal (diumumkan) Senin. Lebih tepat revisi pergub. Dilakukan penambahan jalannya. Lalu ada beberapa ketentuan yang dilakukan penyesuaian di sana,” kata Anies.

Anies menuturkan, ke depan akan ada lagi kebijakan-kebijakan lainnya untuk mendukung penggunaan moda transportasi umum dalam beraktivitas.

“Kami mendorong peningkatan kendaraan umum. Penggunaan TransJakarta dikembangkan, Jak Lingko juga,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meyakini beberapa tahun lagi masyarakat Ibu Kota akan terbiasa memakai angkutan umum. Hal itu seiring terbitnya regulasi lainnya yang memaksa warga untuk meninggalkan kendaraan pribadinya.

“Sehingga nantinya di kota ini penduduknya lebih banyak menggunakan angkutan umum,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan peraturan Gubernur sudah ditandatangani. “Saat ini dalam proses pengundangan,” tuturnya.

Menurut Syafrin, pelanggar akan dikenai sanksi sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Pelanggaran terhadap rambu lalu lintas itu dikenakan sanksi denda administrasi maksimal Rp 500 ribu,” kata.

Berbeda dengan rencana awal, perluasan ganjil-genap ini ada satu ruas yang batal diberlakukan. Yakni ruas Jl Salemba Raya. Syafrin menjelaskan, sesuai uji coba yang digelar pada 12 Agustus-6 September 2019, banyak yang bermasalah di ruas itu.

Kendaraan dari arah Jl Diponegoro yang melanggar ganjil genap karena satu arah jika tak sesuai pelat nomornya, mereka tak bisa putar balik karena Jl Diponegoro satu arah.

“Jalan Salemba Raya itu, penggal dari Simpang Imam Bonjol ke arah utara yang ke arah simpang Matraman-Salemba itu dibebaskan yang di depan (RS) Carolus,” jelasnya.

Kemudian ada rencana kenaikan tarif parkir di ibu kota. Semua itu agar masyarakat memarkirkan kendaraan pribadi di rumah dan beralih ke moda transportasi publik.

“Kita upayakan (kenaikan tarif parkir) secepat mungkin,” tuturnya.

Diketahui perluasan penerapan sistem ganjil genap tambahan di 16 ruas jalan di wilayah DKI Jakarta mulai diuji coba sejak Senin, 12 Agustus hingga 6 September 2019. Setelah diuji coba, kebijakan ini diterapkan mulai 9 September 2019.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!